Menuju Kedewasaan dengan minta Maaf | Zona Hitam Dunia
Home » » Menuju Kedewasaan dengan minta Maaf

Menuju Kedewasaan dengan minta Maaf


Hubungan persaudaraan, persahabatan, bahkan cinta kadang-kadang bisa retak dan hancur karena masalah sepele. Hal itu akan semakin kompleks manakala salah satu diantara keduanya enggan untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf. Beberapa orang tertentu sering membiarkan ego menguasai diri sendiri sehingga merasa gengsi untuk meminta maaf. Baginya ia telah melakukan hal yang benar dan merasa pihak lain pantas mendapatkan hal tersebut. Parahnya lagi jika pihak seberang sakit hati dan juga tak mau kalah, akan ada “serangan balasan” hingga pertikaian tek bisa terhindarkan lagi, bahkan sering menahun hingga turun temurun ke generasi selanjutnya.

Padahal masalahnya tidak selalu hal yang besar, jika semua orang mau membuka hati masing-masing, biasanya masalah itu terjadi karena salah paham, miss comunication, atau sekedar ketidakmampuan mengatur emosi. Karena itu, ada beberapa hal yang perlu Anda sadari agar memudahkan diri untuk meminta maaf, mengakui kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya lagi.

1. Memaafkan diri sendiri
Sebelum Anda meminta maaf padanya, cobalah untuk memaafkan diri sendiri. Kadang kala kesombongan diri terjadi sehingga kita melukai orang yang kita kasihi. Atau Anda enggan meminta maaf karena merasa kesalahan Anda terlalu besar. Anda takut untuk tidak dimaafkan, atau sebenarnya Anda tak mau memaafkan diri sendiri karena telah melukainya. Cobalah untuk mengampuni diri sendiri sebelumnya. Tenangkan diri, dan mulailah “bergerak” untuk mengembalikan situasi agar menjadi indah kembali.

2. Introspeksi diri
Hal yang sering terjadi adalah melemparkan kesalahan kepada pihak lain. Cobalah ambil sedikit waktu luang sejenak untuk berpikir. Atau jika seandainya Anda merasa tidak bersalah dalam masalah ini, tidak akan ada ruginya jika Anda meminta maaf terlebih dahulu. Bisa jadi karena hal ini pihak lain akan menyadari kesalahannya dan juga meminta maaf karena terlalu malu dan takut untuk meminta maaf sebelum Anda.

3. Mengakui kesalahan
Meminta maaf bukan tindakan yang hina. Mengakui kesalahan adalah tindakan yang berani dan patut dipuji. Tak banyak yang mau melakukannya. Barangkali saat mengakui kesalahan, Anda bisa menyertakan penyebabnya agar pihak yang tersakiti mengerti dan memahami karena memang manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Namun setelah itu Anda harus bertanggungjawab atas perbuatan dan menjadi pribadi yang lebih baik. Meskipun meminta maaf mampu mencairkan suasana, namun jangan lari dari kesalahan Anda.

4. Lakukan dengan cara yang baik
Dengan meminta maaf, Anda telah mengalahkan ego dalam diri sendiri. Kemenangan itu seharusnya disertai dengan meminta maaf dengan cara yang baik. Jika Anda belum memiliki keberanian atau kesempatan untuk bertemu, Anda bisa menuliskan sepucuk surat, meminta teman sebagai perantara, mengirim bunga, atau meneleponnya. Jika Anda berkesempatan berjumpa langsung, tunjukkan penyesalan yang tulus. Walaupun seseorang mungkin iseng untuk melakukan kesalahan, tak ada manusia yang benar-benar ingin melukai satu sama lainnya.

5. Berjanji dan berusaha untuk tidak mengulanginya
Melihat dampak dari kesalahan yang telah Anda perbuat, demi kebaikan hubungan Anda dengan orang yang Anda sayangi, lebih baik berusaha dan berjanji untuk tidak mengulanginya. Gunakan cara lain yang lebih halus dan lebih baik untuk kesempatan selanjutnya agar menghindari kesalahan yang sama.

Hubungan dengan orang yang Anda kasihi akan terlalu berharga jika ditukar dengan keegoisan untuk meminta maaf. Anda belum tentu mendapatkan orang lain sebaik mereka di kesempatan yang lain. Maka untuk membuat semua menjadi baik seperti semula, dan bahkan membuatnya semakin indah, jangan ragu untuk meminta maaf.
Terima kasih juga atas kunjungannya.Jangan lupa di like ya
Judul: Menuju Kedewasaan dengan minta Maaf
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Diteruskan Oleh Heroe Mauliansyah
Anda baru usai baca: Menuju Kedewasaan dengan minta Maaf.

Arsip Blog