Zona Hitam Dunia: 2012-03-11

5 Cara Memahami Istri

Sebagian wanita menginginkan balasan dari suaminya. Balasan ini bukan berarti mereka mesti dibelikan sesuatu yang mahal sebagai seorang istri. Namun, istri juga membutuhkan balasan perhatian atas cinta yang telah diberikan kepada suami. Kata syair lagu, “wanita itu ingin dimengerti”.
Bagi Anda, para suami, tidak sulit sebenarnya memberikan perhatian pada istri. Bahkan, Anda mungkin tidak perlu keluar uang hanya untuk menyenangkan hatinya. Dikutip dari She Knows, inilah beberapa bentuk perhatian yang bisa Anda berikan.
  • Waktu yang berkualitas. Bisa jadi karena kesibukan pasangan, kadang hampir tidak ada waktu untuk melewatkan waktu bersama. Siang hari suami bekerja, dan pulang kerja sudah kecapekan dan hanya melihat teve. Kondisi seperti ini membuat istri akan bosan. Sebaiknya, sediakan minimal sedikit waktu dalam satu hari untuk menemani dan beraktivitas bersama pasangan. Jika sudah punya anak, bermain bersama akan mengakrabkan hubungan dan menjaga kasih sayang.
  • Membantu pekerjaan rumah. Urusan rumah tangga itu tidak ada habisnya. Mulai dari mencuci baju, menyetrika, memasak, dan sebagainya. Kadang pria enggan turun tangan dan memilih dengan kesibukannya sendiri. Sadarilah, pekerjaan rumah tangga itu melibatkan fisik yang harus prima. Setiap pekerjaan yang dilakukan secara estafet akan menguras energi. Jika Anda sedang tidak sibuk, sempatkanlah membantu istri Anda menangani pekerjaan rumah.
  • Mengapresiasi perannya sebagai istri dan ibu rumah tangga. Pekerjaan berat istri sebagai ibu rumah tangga sebaiknya Anda beri penghargaan. Tidak perlu membeli sesuatu yang mahal. Cukup berikan kejutan kecil yang membuatnya semakin bermakna sebagai pasangan Anda. Misalnya, ucapan terima kasih atau mengajaknya makan malam berdua di tempat romantis. Anda juga tidak perlu mengumpat dengan keras jika istri melakukan kesalahan menangani pekerjaan rumah tangga. Toh, lebih banyak kebaikan yang diberikannya ke Anda dibanding kesalahan kecil yang mungkin tidak disengaja.
  • Memberikan tanda sayang. Wanita itu butuh dimanja. Menunjukkan rasa sayang dengan mencium pipi saat bangun pagi, menggenggam tangan, atau memeluk erat itu sangat berarti baginya. Perhatian sekecil apa pun yang diberikan sebagai bentuk cinta, bermakna mendalam bagi pasangan Anda.
  • Memahami perasaan. Seperti halnya suami yang mencari nafkah, istri juga sama beratnya menjadi ibu rumah tangga. Kadang dia menyembunyikan perasaan tertentu agar suami tenang saat berada di rumah sepulang kerja. Tapi, wanita juga ingin dimengerti keluh kesahnya atau mungkin ingin berbagai cerita dengan kekasihnya. Secapek apa pun Anda beraktivitas, sediakan waktu untuk mendengarkan cerita istri. Jadi pendengar yang baik itu penting. Dengan begitu, komunikasi akan berjalan lebih sehat.

wow, Foto - foto Awan yang Menakutkan dan luar biasa

Foto - foto Awan yang Menakutkan dan luar biasa - Delapan foto unik, gambar awan dengan bentuk yang lain dari biasanya. Meski tampak “terlalu indah” seperti khayalan, semua karya fotografi terbaik ini bukan rekayasa. Semua bentuk awan adalah asli apa adanya, walau pada sebagian foto ditambahkan efek warna. Gambar awan yang indah sekaligus menakutkan. Weird, Rare Clouds and the Physics Behind Them, demikian judul yang ditulis Wired Science.
Diambil Blog Berita dari situs-situs terpercaya National Geographic, koran Guardian, dan Wired Science. Yang menjepret adalah fotografer-fotografer profesional di sejumlah negara, antara lain Amerika Serikat, Selandia Baru, Skotlandia, dalam kurun waktu belasan tahun terakhir.














Underworld 4: Awakening (2012)



Info: http://www.imdb.com/title/tt1496025/
Release Date: 20 January 2012
Genre: Action | Fantasy | Horror
Cast: Kate Beckinsale, Michael Ealy and India Eisley
Quality: R5 LiNE
Encoder: Kill-9@Ganool
Source: R5 READNFO XviD-BiDA
Release Info: NFO
Subtitle: Indonesia, English
Sinopsis:
When human forces discover the existence of the Vampire and Lycan clans, a war to eradicate both species commences. The vampire warrioress Selene leads the battle against humankind.

Watch Trailer

Total Size 350 MB (.mkv)

Link download
Link download

sumber

The Muppets (2011)



Info: http://www.imdb.com/title/tt1204342/
Release Date: 23 November 2011

Genre: Comedy | Family | Musical
Stars: Amy Adams, Jason Segel and Chris Cooper
Quality: BluRay 720p
Encoder: Demitos@Ganool
Source: 720p BluRay x264-SPARKS
Release Info: NFO
Subtitle: Indonesia, English
Sinopsis:
When 3 muppet fans learn that Tex Richman wants to drill under the muppet theater for oil Gary, Mary and Walter set out to find the muppets who have been split up for years Kermit lives in his own mansion depressed in hollywood, Gonzo is a high class plumber at Gonzo's Royal Flush, Fozzie performs with a tribute band called The Moopets , Miss Piggy is the plus-size fashion editor at Vogue Paris, and Animal is at a celebrity anger managment rehab center in Santa Barbara.
Watch Trailer

Total Size 700 MB (.mkv)
Link download
part 1 | part 2 | part 3 | part 4 |
Sumber

Zona Hitam Dunia

http://zonahitamdunia.blogspot.com/2012/03/zona-hitam-dunia.html
Zona Hitam Dunia _ Zona Hitam Dunia adalah kumpulan info dan artikel pilihan terbaik untuk anda.
sumber sumber artikel,foto,link dan lain lainnya diambil dari google dan sumber blog yang tertera di bawah postingan Zona Hitam Dunia
Sekian Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih yang sebanyak banyaknya.


http://zonahitamdunia.blogspot.com/2012/03/zona-hitam-dunia.html
Zona Hitam Dunia
http://zonahitamdunia.blogspot.com

Amelia Earhart (1897 – 1939)

Amelia Mary Earhart (pelafalan /ˈɛərhɑrt/ “AIR-hart”; 24 Juli 1897 – hilang 2 Juli 1937, dinyatakan tewas 5 Januari 1939), anak perempuan dari Edwin dan Amy Earhart, adalah seorang pelopor penerbangan, penulis, dan pejuang hak wanita Amerika Serikat.[1][2] Earhart adalah wanita pertama yang menerima Distinguished Flying Cross.[3] Ia mendapat penghargaan itu karena ia adalah wanita pertama yang terbang sendiri menyebrangi samudera Atlantik.[4] Ia juga membuat banyak rekor lainnya,[5] menulis buku yang terjual paling banyak tentang pengalaman terbangnya, dan memiliki peran penting dalam pendirian Ninety-Nine, organisasi pilot wanita.[6]

Earhart hilang secara misterius di samudera Pasifik di dekat pulau Howland dalam usaha untuk melakukan penerbangan keliling dunia tahun 1937. Ketertarikan mengenai hidup, karier, dan misteri hilangnya Earhart masih tetap berlanjut sampai sekarang.[7]

Kehidupan awal

Masa kecil

Amelia Earhart saat masih kecil.

Amelia Mary Earhart, anak perempuan dari Samuel “Edwin” Stanton Earhart (1868-1930)[8] dan Amelia Otis Earhart (1869-1962),[9] dilahirkan di rumah kakek-neneknya di Atchison, Kansas. Kakek Amelia adalah Alfred Otis, seorang mantan hakim federal, presiden Bank Tabungan Atchison dan warga kota terkemuka di Atchison. Ia awalnya tidak merestui perkawinannya dan kurang puas dengan perkembangan Edwin, sebagai seorang pengacara. Hal ini konon ikut menyebabkan keluarga Amelia berantakan. Beberapa penulis biografinya berspekulasi bahwa sejarah penolakan dan keraguan ini terus mengikuti Amelia sepanjang masa kanak-kanaknya sebagai seorang anak yang tomboy[10] hingga kariernya sebagai penerbang di masa dewasanya.

Menurut adat keluarganya, nama Amelia berasal dari 2 neneknya (Amelia Josephine Harres dan Mary Wells Patton).[11] Di masa kecilnya, Amelia (“Meeley”, kadang-kadang juga disebut “Milie”) konon suka bermain-main dengan adik perempuannya. Amelia adalah pemimpin dan adiknya, Grace Muriel (1899-1998)[12] atau “Pidge” sebagai pengikutnya yang setia. Jiwa petualangan[13] terlihat ada pada diri Earhart saat masih kecil dengan mengeksplorasi tetangga mereka untuk pengejaran yang menarik. Mereka sering memanjat pohon, meluncur dari bukit dengan kereta luncurnya dan berburu tikus dengan senapan. Mereka menyimpan “cacing, ngengat, tonggeret dan katak pohon”[14] dalam koleksi yang mereka kumpulkan. Baik mereka berdua melanjutkan untuk menggunakan nama mereka pada masa kecilnya sampai mereka dewasa.[15] Didikan mereka diluar peraturan dan kebiasaan sejak Amy Earhart tidak ingin membentuk anaknya menjadi “anak kecil yang baik”.[16] Sementara nenek mereka yang keibuan tidak menerima celana olahraga “bloomers” yang dikenakan oleh anak-anak Amy, dan walaupun Amelia menyukai kebebasan yang didapat dari mengenakan celana itu, ia sadar bahwa anak perempuan tetangga lainnya tidak ada yang mengenakannya.

Pada tahun 1904, dengan bantuan pamannya, ia bersama membuat semacam kereta luncur setelah ia melihat jet koster dalam kunjungan ke St. Louis dan mengamankan benda tersebut ke atap gudang peralatan keluarga. Penerbangan pertama Amelia berakhir dengan dramatik. Ia muncul dari kotak kayu yang rusak yang ia jalankan sebagai kereta luncur dengan baju robek dan sensasi kegembiraan. Ia menyatakan, “Oh, Pidge, rasanya seperti terbang!”[17]

Melihat pesawat terbang

Amelia berumur 10 tahun ketika ayahnya, Edwin, yang saat itu seorang eksekutif perusahaan kereta api, dipromosikan dan dikirim ke Des Moines, Iowa. Pada usia 11 tahun, di Des Moines, Amelia melihat sebuah pesawat terbang di pasar amal negara bagian Iowa. Ayahnya mencoba untuk menarik ketertarikannya dan adiknya dalam melakukan penerbangan. Belakangan ia menggambarkannya sebagai “…sesuatu yang penuh dengan kawat karatan dan kayu dan sama sekali tidak menarik.”[18] dan meminta agar mereka dapat kembali naik komidi putar.[19]

Pendidikan

Sementara ayah dan ibunya menemukan rumah kecil di Des Moines, Amelia dan Muriel tetap bersama kakek dan nenek mereka di Atchison. Sampai ia berumur 12 tahun, Amelia dan adiknya menerima pendidikan dalam bentuk “sekolah rumah” dari ibunya dan seorang guru. Ia nantinya menceritakan bahwa ia “sangat suka membaca”[20] dan menghabiskan waktu di perpustakaan keluarga. Pada tahun 1909, ketika keluarganya akhirnya bersatu kembali di Des Moines, Earhart mengikuti sekolah umum untuk pertama kalinya dengan Amelia masuk ke kelas tujuh.

Nasib keluarga

Walaupun kondisi keuangan keluarganya membaik dengan adanya rumah baru, dan bahkan menyewa dua pelayan, ternyata diketahui bahwa Edwin adalah seorang pemabuk. Lima tahun kemudian, pada tahun 1914, ayahnya terpaksa pensiun. Walaupun ia mencoba merehabilitasi dirinya melalui perawatan, ia tidak pernah diterima kembali di Rock Island Railroad. Pada waktu ini juga, nenek Amelia, Amelia Otis meninggal mendadak. Rumah Otis dan isinya dilelang. Amelia patah hati dan nantinya menyatakan hal ini sebagai akhir dari masa kecilnya.[21]

Setelah pencarian yang lama, pada tahun 1915, ayah Amelia mendapat pekerjaan sebagai juru tulis di Great Northern Railway di kota St. Paul, Minnesota dan Amelia memasuki SMU sebagai junior. Edwin mendaftar agar dipindahkan ke Springfield, Missouri, pada tahun 1915, tetapi eksekutif di sana mempertimbangkan kembali pensiunnya lalu kembali bekerja, membuat Edwin tidak bisa pindah kemana-mana. Amy Earhart membawa Amelia dan Muriel ke Chicago dan di sana mereka tinggal bersama temannya. Amy mengirim anak-anak gadisnya ke sekolah swasta dengan menggunakan uang dari dana yang didirikan oleh kakeknya, Alfred. Amelia masuk ke SMU Hyde Park tetapi menghabiskan semester yang tidak menyenangkan. Tulisan di buku tahunan menangkap pokok ketidaksenangannya, “A.E.- wanita yang berjalan sendiri.”[22]

Amelia lulus dari SMU Hyde Park tahun 1916. Ia memiliki cita-cita untuk memppunyai karier di masa depan. Ia menyimpan sebuah buku tempel dari kliping koran tentang wanita yang sukses dalam bidang yang didominasi oleh pria, termasuk produksi dan direksi film, hukum, periklanan, manajemen dan teknik mekanik.[23] Ia memulai kuliah awal di Ogontz di Rydal, Pennsylvania, tetapi tidak menyelesaikan programnya.[24]

Menjadi perawat

Selama liburan Natal tahun 1917, ia mengunjungi saudara kandungnya di Toronto, Ontario. Perang Dunia I telah terjadi dan Amelia melihat tentara yang terluka yang kembali pulang. Setelah menerima pelatihan sebagai asisten perawat dari Palang Merah, ia memulai bekerja di Rumah Sakit Militer Spadina di Toronto, Ontario. Tugasnya termasuk menyiapkan makanan di dapur untuk pasien dengan diet spesial dan memberikan resep dokter di rumah sakit.[25] Ia melanjutkan bekerja di rumah sakit sampai gencatan senjata yang mengakhiri Perang Dunia I ditandatangani pada bulan November tahun 1918.

Pada waktu itu, ia mengunjungi pameran yang dilaksanakan di Toronto dengan teman wanita yang masih muda. Salah satu acara penting yang dilaksanakan adalah pameran penerbangan pesawat yang dilakukan oleh “ahli” Perang Dunia I[26]. Seorang pilot mengendarai pesawat yang mendekati Earhart dan temannya, dan sesuatu dalam diri Earhart berkata:

Saya tidak mengerti pada saat itu, tetapi aku percaya pesawat merah kecil itu mengatakan sesuatu padaku ketika mendesis.[27]

Ia mengalami infeksi sinus pada tahun itu. Hal ini terjadi sebelum antibiotika ada dan ia dibawah perawatan medis. Prosedur tidak berhasil dan Earhart menderita karena serangan sakit kepala yang tajam. Hal ini terus terjadi hampir setahun dan ia menghabiskan waktu di rumah saudaranya di Northampton, Massachusetts. Ia menghabiskan waktu dengan membaca puisi, belajar memainkan banjo dan belajar mekanik. Pada tahun 1919, Earhart bersiap untuk mendaftar di Universitas Smith, tetapi ia merubah pemikirannya dan mendaftar ke Universitas Columbia untuk belajar di persiapan kedokteran.[28] Ia berhenti satu tahun kemudian agar dapat mendampingi orangtuanya yang kini sudah bersatu kembali di California.

L–R: “Neta” Snook dengan Amelia Earhart berdiri di sebelah pesawat Kinner Airster milik Earhart tahun 1921

Pengalaman terbang pertama

Di Long Beach, ia dan ayahnya pergi ke sebuah lapangan udara. Di lapangan udara tersebut, Frank Hawks (yang nantinya terkenal sebagai pembalap udara) memberinya tumpangan yang selamanya mengubah kehidupan Earhart.

Pada saat aku mencapai dua atau tiga ratus kaki diatas permukaan, aku tahu aku harus terbang.[29]

Setelah ia terbang selama sepuluh menit, ia segera memutuskan untuk belajar terbang.

Belajar menjadi penerbang

Ia bekerja sebagai fotografer, pengemudi truk, dan bekerja di perusahaan telepon lokal untuk mengumpulkan uang $1000 yang akan dipakai untuk pelajaran terbangnya. Earhart telah melakukan pelajaran penerbangan pertamanya yang dimulai pada tanggal 3 Januari 1921 di lapangan udara Kinner di dekat Long Beach. Tetapi untuk mencapai lapangan udara, Amelia harus naik bus sampai di garis akhir, lalu harus berjalan sejauh 4 mil.[30] Gurunya adalah Anita Snook, seorang perintis perempuan penerbang yang menggunakan Curtiss JN-4 “Canuck” untuk pelatihan. Amelia tiba dengan ayahnya dan sebuah permintaan:

Aku ingin terbang. Maukah kamu mengajariku?[31]

Enam bulan kemudian Earhart membeli sebuah pesawat bersayap ganda kuning Kinner Airster yang dinamainya “Canary.” Pada 22 Oktober 1922, ia menerbangkannya pada ketinggian 14.000 kaki, dan menciptakan rekor dunia perempuan. Pada 15 Mei 1923 Earhart menjadi perempuan ke-16 yang memperoleh izin pilot (nomor 6017)[32] oleh Fédération Aéronautique Internationale (FAI).[33]

Karier penerbangan dan pernikahan

Karier di Boston

Amelia Earhart tahun 1930an

Selama periode ini, warisan neneknya yang dikelola oleh ibunya tak henti-hentinya terkikis sampai akhirnya habis sama sekali karena investasi yang gagal di tambang gips. Pada waktu yang sama, masalah kesehatan Earhart yang menahun, yaitu penyakit sinus kembali muncul. Pada awal tahun 1924, ia masuk rumah sakit untuk operasi sinus yang gagal. Maka dari itu, tanpa harapan untuk menutup kariernya dalam penerbangan, Earhart menjual Canary dan membeli sebuah roadster Kissel kuning yang dinamainya the Yellow Peril (“Bahaya Kuning”).

Orangtuanya bercerai pada 1924 dan ia mengantarkan ibunya melintasi Amerika Serikat dengan “Bahaya Kuning” ke Boston, Massachusetts. Di Boston, pada tahun 1925, Amelia menjalani operasi sinus. Operasi sinus Earhart akhirnya sukses. Setelah operasi, ia kembali untuk beberapa bulan ke Universitas Columbia tetapi terpaksa untuk meninggalkan kuliahnya dan rencana lebih jauh untuk ke Insitut Teknologi Massachusetts karena ibunya tidak mampu membayar biaya perkuliahan. Segera setelah itu, ia bekerja menjadi guru, setelah itu ia bekerja sebagai seorang pekerja sosial pada tahun 1925 di rumah Denison, tinggal di Medford. Earhart juga menjadi anggota Perhimpunan Aeronotik Nasional cabang Boston, dan melalui organisasi itu ia menginvestasikan sedikit uang dalam pembangunan lapangan terbang dan penjualan pesawat-pesawat Kinner di daerah Boston.[34] Ia juga menulis kolom-kolom surat kabar setempat tentang penerbangan dan ketika namanya semakin dikenal di kalangan masyarakat setempat, ia menolong memasarkan pesawat-pewasat Kinner, mempromosikan penerbangan dan menggalakkan kaum perempuan untuk menjadi penerbang.[35]

Menurut Boston Globe, Earhart adalah “salah satu perempuan penerbang terbaik di Amerika Serikat”, meskipun hal ini telah disangkal oleh para ahli penerbangan dan pilot yang berpengalaman dalam beberapa dekade setelah itu.[36][37][38]

Amelia Earhart berkenalan dengan Foster Welch, walikota Southampton, 20 Juni 1928

Penerbangan trans-atlantik tahun 1928

Setelah penerbangan solo Charles Lindbergh melintasi Samudra Atlantik pada 1927, Amy Guest, seorang perempuan Amerika yang kaya yang tinggal di London, Inggris mengungkapkan minatnya untuk menjadi perempuan pertama yang terbang (atau diterbangkan) melintasi Samudra Atlantik.

Setelah menganggap perjalanan itu terlalu berbahaya untuk ditempuhnya sendiri, ia menawarkan untuk tetap mensponsori proyek itu, dan mengatakan bahwa mereka akan menemukan “gadis lain dengan citra yang tepat.” Selagi bekerja di suatu sore pada bulan April tahun 1928, Earhart mendapatkan panggilan telepon dari seorang laki-laki yang bertanya kepadanya:

Maukah anda terbang melintasi Samudra Atlantik?

Earhart melakukan wawancara dengan sejumlah koordinator proyek itu yang terdiri antara lain dari penerbit buku George P. Putnam dan diminta untuk bergabung dengan pilot Wilmer Stultz dan ko-pilot/mekanik Louis Gordon dalam penerbangan itu, resminya sebagai penumpang saja, tapi dengan tugas tambahan mengisi buku log. Tim itu berangkat dari pelabuhan Trepassey, Newfoundland dengan sebuah Fokker F7 pada 17 Juni 1928, dan tiba di Burry Port, Wales, Britania Raya kira-kira 21 jam kemudian. Karena kebanyakan waktu penerbangan menggunakan “instrumen” dan Amelia tidak memiliki latihan untuk penerbangan jenis ini, ia tidak menerbangkan pesawat. Ketika diwawancarai setelah mendarat, ia berkata:

Stultz yang terbang sepenuhnya – ia harus begitu. Saya hanya barang muatan saja, mirip kentang sekarung… mungkin suatu hari saya akan mencobanya sendirian.[39]

Sementara di Inggris, Earhart menerbangkan Avro Avian 594 Avian III, SN: R3/AV/101 yang dimiliki oleh Lady Mary Heath. Ia lalu membeli pesawat itu dan mengirimnya ke Amerika (di mana pesawat ini dirujuk sebagai “pesawat tak berizin nomor identifikasi” 7083).

Ketika awak pesawat itu kembali ke Amerika Serikat, mereka disambut dengan sebuah parade di New York dan resepsi oleh Presiden Calvin Coolidge di Gedung Putih.

Amelia Earhart berjalan bersama Presiden Hoover di Gedung Putih pada tanggal 2 Januari 1932.

Citra selebriti

Potret Studio atas Amelia Earhart tahun 1932. Putnam menginstruksikan Earhart untuk menyembunyikan senyum dengan giginya dengan membiarkan mulutnya tertutup dalam foto resmi.

Karena tubuhnya mirip dengan Lindbergh[40], yang dijuluki pers sebagai “Lindy si Beruntung”, masyarakat Amerika mulai menjuluki Amelia sebagai “Nyonya Lindy”.[41] Pers juga mengatakan bahwa Earhart adalah “Ratu Udara” yang berkuasa.[42] Segera setelah ia kembali dari Amerika Serikat, ia melakukan tur ceramah yang melelahkan (tahun 1928-1929). Sementara itu, Putnam berusaha mempromosikan Amelia dalam kampanye pemasaran, termasuk menerbitkan buku yang dikarang Amelia, seri dari tur ceramah baru, dan menggunakan gambarnya untuk pemasaran produk, termasuk koper, rokok ‘”Lucky Strike” (hal ini menyebabkan permasalahan citra untuknya, dengan majalah McCall mencabut sebuah tawaran),[43] dan pakaian wanita serta pakaian olahraga. Uang yang ia dapat dengan “Lucky Strike” disumbangkan sebesar $1.500 untuk ekspedisi Kutub Selatan Richard Byrd.[44]

Amelia dengan aktif ikut serta dalam promosi, terutama dalam mode wanita. Untuk beberapa tahun ia menjahit bajunya sendiri, tetapi seri pakaian bertema “hidup aktif” yang dijual di 50 toko seperti Macy di daerah metropolitan, merupakan ekspresi dari citra Earhart yang baru. Koper yang ia promosikan dipasarkan sebagai Koper Modernaire Earhart. Ia yakin bahwa koper merupakan kebutuhan perjalanan udara dan sampai sekarang masih diproduksi.[45] Kampanye oleh G.P. Putnam sukses dalam mentanamkan citra selebriti Earhart kepada publik.[46]

Mempromosikan penerbangan

Citra selebritinya membantu Amelia mendanai penerbangannya.[47] Ia menerima posisi sebagai editor majalah Cosmopolitan dan ia menggunakan forum ini sebagai kesempatan untuk berkampanye agar penerbangan lebih diterima oleh publik, terutama fokus kepada peran wanita dalam penerbangan.[48] Pada tahun 1929, Earhart adalah salah satu penerbang pertama yang mempromosikan penerbangan udara komersial melalui pembangunan sebuah layanan penerbangan jasa udara. Ia bersama-sama dengan Charles Lindbergh mewakili Transcontinental Air Transport (Transportasi Udara Antarbenua), dan menginvestasikan waktu dan uang dalam mendirikan layanan daerah antara New York dan Washington DC. (TAT nantinya menjadi TWA). Ia adalah wakil pemimpin National Airways, yang mengoperasikan penerbangan Boston-Maine dan beberapa layanan udara lainnya di timur laut.[49] Pada tahun 1940, namanya menjadi Northeast Airlines.

Penerbangan kompetitif

Walaupun ia terkenal untuk penerbangan transatlantik, Earhart berusaha keras untuk membuat sebuah rekor “tak bernoda” untuk dirinya.[50] Segera setelah ia kembali setelah mengemudikan Avian 7083, ia akan melakukan penerbangan panjang sendirian. Pada bulan Agustus tahun 1928, Earhart menjadi wanita pertama yang terbang sendiri menyebrangi Amerika Utara dan kembali.[51] Kemudian, ia melakukan usaha pertamanya dalam balapan udara tahun 1929 selama Balapan Udara Wanita Santa Monika-ke-Cleveland (nantinya Will Rogers mengubah nama balapan ini menjadi “Powder Puff Derby”), mendapat posisi ketiga. Pada tahun 1930, Earhart menjadi anggota Asosiasi Aeronatik Nasional dan ia dengan aktif mempromosikan didirikannya rekor wanita yang terpisah dan berperan agar Fédération Aéronautique Internationale (FAI) menerima standar internasional yang mirip.[52] Pada tahun 1931, dengan menerbangkan Pitcairn PCA-2 otogiro, ia membuat rekor dunia dengan ketinggian 18.415 kaki (5613 m). Walaupun dari sudut pandang masa kini sepertinya Earhart sering melakukan stunt (kegiatan ekstrim yang aneh atau sulit untuk dilakukan), pada masanya hal ini dilakukan untuk membuat masyarakat Amerika Serikat lebih “berpikiran kepada udara” dan meyakinkan mereka bahwa “penerbangan tidak lagi terbatas pada para pemberani dan manusia super.”[53]

Selama periode ini, Earhart ikut serta dengan Ninety-Nines, organisasi pilot wanita yang menyediakan dukungan moral dan memajukan wanita dalam penerbangan. Ia melakukan pertemuan pilot wanita tahun 1929 setelah Balapan Udara Wanita. Ia mengusulkan nama berdasarkan jumlah anggota piagam. Ia nantinya menjadi pemimpin pertama organisasi ini tahun 1930.[54] Amelia adalah pejuang untuk hak-hak pilot wanita, dan ketika pada tahun 1934 balapan Trofi Bendix melarang wanita, ia dengan terbuka menolak untuk menerbangkan artis Mary Pickford ke Cleveland untuk membuka balapan.[55]

Pernikahan

Amelia Earhart dan suaminya, George P. Putnam

Untuk sementara waktu ia bertunangan dengan Samuel Chapman, seorang ahli kimia dari Boston, namun mereka memutuskan pertunangan mereka pada tanggal 23 November 1928.[56] Dalam masa yang sama, Earhart dan Putnam menghabiskan waktu bersama sehingga terjadi hubungan intim. George Putnam, yang dikenal sebagai GP, bercerai pada tahun 1929 dan memohon untuk menikahi Amelia, meminta sampai berkali-kali sampai akhirnya Amelia setuju.[57] Setelah keragu-raguan, mereka menikah pada tanggal 7 Februari 1931 di rumah ibu Putnam di Noank, Connecticut. Earhart merujuk kepada pernikahannya sebagai sebuah bentuk “kemitraan” dengan “kontrol ganda”. Dalam surat yang ia tulis kepada Putnam dan diserahkan langsung kepadanya pada saat pernikahan, ia menulis, “Aku mau kamu mengerti aku tidak akan menahanmu menurut hukum kesetiaan dari Abad Pertengahan apapun untukku, begitu juga akupun tak menganggap diriku terikat padamu.[58][59][60]

Pendapat Amelia mengenai pernikahan adalah liberal pada masa itu karena ia percaya akan tanggung jawab bersama bagi kedua “pekerja” dan secara eksplisit lebih suka menggunakan namanya daripada disebut sebagai Nyonya Putnam. Ketika harian New York Times bersikeras menyebutnya Nyonya Putnam sesuai langgam gaya penulisan, ia menertawakannya. George Putnam juga segera mengerti bahwa ia akan disebut “Tuan Earhart.”[61] Tidak ada bulan madu untuk mereka setelah menikah karena Amelia ikut serta dalam acara tur promosi selama sembilan hari. Walaupun Earhart dan Putnam tidak memiliki anak, Putnam memiliki dua anak dari pernikahannya yang sebelumnya dengan Dorothy Binney (1888-1982).[62].

Beberapa tahun kemudian, kebakaran terjadi di tempat tinggal Putnam di Rye dan menghancurkan banyak harta karun keluarga Putnam termasuk kenang-kenangan pribadi Earhart. Setelah kebakaran, Amelia dan Putnam akhirnya pindah ke pantai barat setelah Putnam menjual kuasanya di perusahaan penerbit kepada sepupunya Palmer, dan menetap di Hollywood Utara yang membawa Putnam dekat dengan perusahaan Paramount Pictures dan jabatan barunya sebagai kepala dewan editor di perusahaan perfilman tersebut.[63]

Penerbangan transatlantik tahun 1932

Lockheed Vega 5b yang diterbangkan oleh Amelia Earhart di Museum Dirgantara Nasional Amerika Serikat.

Pada usia 34 tahun, pada pagi hari tanggal 20 Mei 1932, Earhart berangkat dari Pelabuhan Grace, Newfoundland. Ia mencoba untuk terbang ke Paris dengan mengemudikan Lockheed Vega, mengikuti penerbangan solo Charles Lindbergh. Setelah terbang dalam waktu 14 jam, 56 menit dengan angin utara yang kuat, kondisi yang dingin dan tidak ramah dan masalah mekanis, Earhart mendarat di padang rumput di Culmore, utara dari Derry, Irlandia Utara. Ketika seorang petani bertanya, “Apakah kamu sudah terbang jauh?”, Amelia menjawab, “Dari Amerika”. Tempat ia mendarat kini adalah Pusat Amelia Earhart.[64]

Ia menerima Distinguished Flying Cross dari Kongres Amerika Serikat, mendali ksatria dari pemerintah Perancis dan medali emas National Geographic Society dari presiden Herbert Hoover.

Earhart dan “Bessie tua” Vega 5b tahun 1935

Penerbangan Honolulu-Oakland

Pada tanggal 11 Januari 1935, Earhart menjadi orang pertama yang terbang sendiri dari Honolulu, Hawaii ke Oakland, California. Penerbangan melalui samudera ini telah diusahakan oleh orang lain, termasuk partisipan Balapan Udara Dole tahun 1927 yang tadinya merencanakan rute ini merubah rutenya. Penerbangan Amelia dilaksanakan tanpa ada kerusakan mekanik.[65] Pada jam-jam terakhir penerbangannya, ia bahkan santai dan mendengarkan siaran radio opera metropolitan dari New York.”[65]

Penerbangan Los Angeles – Kota Meksiko, Kota Meksiko – Newark

Pada tahun 1935, ia terbang dengan pesawat Vega miliknya yang ia sebut “Bessie tua, kuda api”, Earhart terbang dari Los Angeles ke Kota Meksiko pada tanggal 19 April 1935. Penerbangannya selesai pada tanggal 8 Mei 1935. Pada penerbangannya tidak terdapat banyak peristiwa walaupun banyak kerumunan orang yang menemuinya di Newark, New Jersey adakah kekhawatiran[66] dan ia harus berhati-hati tidak untuk berjalan keluar dari landasan pesawat ke kerumunan orang.

Penerbangan lainnya

Earhart berpartisipasi dalam balapan udara jarak jauh dan ia mendapat peringkat ke-5 pada acara balapan trofi Bendix tahun 1935, hasil terbaik yang dapat ia lakukan adalah ia menyadari pesawatnya mencapai kecepatan diluar 195 meter per jam. [67] Balapan ini sulit karena salah satu kompetitor yang bernama Cecil Allen meninggal dalam kecelakaan keberangkatan yang berapi-api dan Jacqueline Cochran terpaksa berhenti karena permasalahan mekanis, kabut [68] dan badai petir yang mengganggu balapan.

Diantara tahun 1930–1935, Amelia telah membuat 7 rekor jarak dan kecepatan wanita dalam berbagai pesawat termasuk pesawat jenis Kinner Airster, Lockheed Vega dan Pitcairn Autogiro. Pada tahun 1935, sadar akan keterbatasan pesawat Vega dalam penerbangan trans samudera yang panjang, Amelia merenungkan dalam kata-katanya sendiri:

hadiah… satu penerbangan yang aku ingin lakukan adalah penerbangan mengelilingi dunia.[69]

Untuk aksi berbahaya baru, ia membutuhkan pesawat terbang baru.

Amelia Earhart dan Lockheed L-10E Electra NR 16020 tahun 1937

Penerbangan keliling dunia tahun 1937

Rencana

Pesawat Lockheed L-10E Electra milik Amelia.

Earhart bergabung dengan fakultas Universitas Purdue tahun 1935 sebagai anggota fakultas yang berkunjung untuk menganjurkan wanita dalam karier dan sebagai penasehat teknik Departemen Aeronautik.[70] Pada bulan Juli tahun 1936, ia mengambil kiriman pesawat Lockheed 10E Electra yang dibiayai oleh Purdue dan mulai merencanakan penerbangan keliling dunia. Penerbangan ini akan dilakukan sejauh 29.000 mil (47.000 kilometer), mengikuti jalur khatulistiwa yang sangat meletihkan. Walaupun Electra dipublikasi sebagai “laboratorium terbang”, pengetahuan yang sedikit berguna direncanakan dan penerbangan telah disusun oleh keinginan Earhart untuk mengelilingi dunia dengan pengumpulan bahan dan perhatian publik untuk buku berikutnya. Pilihan pertama ahli navigasinya adalah Kapten Harry Manning, yang menjadi kapten kapal Presiden Roosevelt yang membawa Amelia kembali dari Eropa tahun 1928.

Melalui kontak di komunitas penerbangan Los Angeles, Fred Noonan dipilih sebagai ahli navigasi kedua.[71] Ia memiliki pengalaman luas, baik dalam navigasi laut (ia adalah kapten kapal) dan navigasi udara. Terdapat faktor tambahan penting yang perlu diambil ketika menggunakan navigasi penerbangan untuk pesawat terbang.[72] Rencana awal untuk Noonan adalah untuk menavigasi dari Hawaii ke pulau Howland, yang merupakan bagian yang sulit pada penerbangan.

Usaha pertama

L-R, Paul Mantz, Amelia Earhart, Harry Manning dan Fred Noonan, 17 Maret 1937, Oakland, California

Pada hari St. Patrick, 17 Maret 1937, mereka terbang dari Oakland, California ke Honolulu, Hawaii. Harry Manning dan pilot akrobatik Hollywood, Paul Mantz (yang menjadi penasehat teknik Earhart) ikut dengan Earhart dan Noonan dalam penerbangan itu. Masalah dengan baling-baling menyebabkan pesawat ini harus direparasi di Hawaii. Electra akhirnya berakhir di lapangan udara Luke Field di pulau Ford, Pearl Harbor. Penerbangan dilanjutkan tiga hari dengan Earhart, Noonan dan Manning yang menaiki pesawat tersebut dan selama pesawat bergerak untuk lepas landas, Earhart mengalami ground loop (rotasi cepat sebuah pesawat terbang sayap-tetap pada posisi horisontal sementara berada di darat). Keadaan sekitar ground loop tetap kontroversial. Beberapa saksi di lapangan udara Luke menyatakan mereka melihat ban pesawat meledak [73]. Earhart mengetahui ban kanan Electra meledak dan/atau roda gigi pendaratan telah mengalami keruntuhan. Beberapa sumber, termasuk Mantz, menyatakan hal ini adalah kesalahan pilot.[73]

Pesawat tersebut rusak dan penerbangan dibatalkan. Pesawat tersebut dikirim ke fasilitasi Lockheed di Burbank, California dengan kapal untuk perbaikan.

Usaha kedua

Sementara Electra diperbaiki, Earhart dan Putnam menyimpan dana dan bersiap untuk usaha kedua. Usaha kali ini dilakukan dengan rute penerbangan dari barat ke timur. Usaha kedua dimulai dengan penerbangan yang tidak dipublikasi dari Oakland ke Miami, Florida, dan setelah tiba disana, Earhart mengumumkan rencananya untuk mengelilingi dunia kepada publik. Arah penerbangan yang berbeda dilakukan kaerna perubahan angin global dan cuaca. Fred Noonan adalah satu-satunya kru Earhart untuk penerbangan kedua. Mereka berangkat dari Miami pada tanggal 1 Juni dan setelah berhenti beberapa kali di Amerika Selatan, Afrika, India, dan Asia Tenggara, ia tiba di Lae, Papua Nugini pada tanggal 29 Juni 1937. Pada saat ia tiba di Lae, ia telah menempuh perjalanan sepanjang 22.000 mil (35.000 km). Sisa rute sepanjang 7.000 mil (11.000 km) semuanya akan dilewati di samudera Pasifik.

Earhart berada di kokpit Electra tahun 1936

Keberangkatan dari Lae

Pada tanggal 2 Juli 1937 (tengah malam dalam waktu Greenwich Mean Time), Earhart dan Noonan lepas landas dari Lae. Mereka akan terbang menuju pulau Howland, pulau yang terletak di samudera Pasifik. Posisi terakhir mereka yang diketahui berada di dekat kepulauan Nukumanu. Kapal Itasca berpatroli di Howland untuk berkomunikasi dengan pesawat Lockheed Electra 10E yang dikemudikan Earhart dan memandu mereka ke pulau Howland.

Kemunculan terakhir saat menuju Pulau Howland

Melalui berbagai kesalah pahaman (detail dari kejadian ini masih kontroversial), kemunculan terakhir saat menuju pulau Howland menggunakan navigasi radio tidak berhasil. Fred Noonan awalnya telah menulis tentang masalah yang mempengaruhi keakuratan radio dalam navigasi.[74] Beberapa sumber mencatat kekurangan pengertian Earhart atas antena pencari arah Bendix yang merupakan teknologi baru pada saat itu. Ada juga yang menyatakan hal ini merupakan akibat dari kekacauan yang mungkin terjadi antara Itasca dengan Earhart yang merencanakan jadwal komunikasi menggunakan sistem waktu setengah jam perpisahan (dengan Earhart menggunakan Greenwich Civil Time (GCT) dan Itasca dibawah zona waktu angkatan laut).[75]

Fakta-fakta gambar bergerak dari Lae memberi kesan bahwa antena radio yang dipasang dibawah badan pesawat terbang mungkin putus dari Electra selama lepas landas atau mendarat di landasan kapal terbang yang berumput di Lae, namun tidak ada antena yang ditemukan di Lae. Don Dwiggins, dalam biografinya tentang Paul Mantz, mencatat bahwa penerbang telah memotong antena karena mengganggu dan mereka harus mengengkolnya kembali ke pesawat setiap pemakaian.

Sinyal radio

Selama kemunculan Earhart dan Noonan saat menuju pulau Howland, Itasca menerima transmisi suara yang kuat dan jelas dari Earhart tetapi ia tidak dapat mendengar transmisi suara dari Itasca. Pada pukul 7:42 pagi, Earhart mengirim pesan:

Kami seharusnya tepat di atas anda, tetapi kami tidak dapat melihat anda — dan bahan bakar hampir habis. Berulang-kali gagal menghubungi anda melalui radio. Kami terbang di ketinggian 1.000 kaki.

Transmisinya pada pukul 7:58 pagi berkata bahwa ia tidak dapat mendengar Itasca dan meminta mereka mengirim sinyal suara sehingga Earhart dapat mencoba menggunakan radio sebagai alat pembantu dengan maksud untuk mencapai ke tempat tujuan (transmisi ini dilaporkan oleh Itasca yang merupakan sinyal terbesar yang terdengar, menunjukan Earhart dan Noonan berada di daerah yang dekat). Mereka tidak dapat mengirim suara pada frekuensi yang ia minta, sehingga sinyal kode Morse digunakan. Earhart mengkonfirmasikan menerima kode tersebut tetapi ia tidak dapat menentukan arah penerbangannya.[76]

Pada transmisi terakhirnya yang diketahui pada pukul 8:43 pagi, Earhart mengirim pesan,

Kami berada pada garis 157 337. Kami akan mengulangi pesan ini. Kami akan mengulangi pesan ini pada 6210 kilohertz. Tunggu.

Namun, beberapa waktu kemudian ia kembali dengan frekuensi yang sama (3105 KHz) dengan transmisi yang dicatat sebagai “dipertanyakan”.

Kami menjalankan pada garis utara dan selatan.[77]

Transmisi Earhart mungkin untuk menunjukan bahwa ia dan Noonan percaya mereka telah mencapai posisi Howland, dan tidak benar oleh sekitar beberapa 5 mil laut (10 kilometer). Itasca menggunakan ketel uap mereka yang berbahan bakar minyak untuk membuat sinyal asap sekain waktu, namun mereka tidak melihatnya. Banyaknya awan yang menyebar di daerah sekitar pulau Howland juga telah dicatat sebagai masalah: bayangan gelap awan tersebut pada permukaan samudera mungkin tak dapat dibedakan dari pulau yang sangat rata.[78]

Pertanyaan apakah sinyal radio setelah hilang diterima dari Earhart dan Noonan, tetap kontroversial. Jika transmisi diterima dari Electra, maka transmisi itu mungkin lemah dan merusak isi keterangan. Transmisi suara Earhart sebesar 3105 KHz, frekuensi yang dibatasi untuk penggunaan penerbangan di Amerika Serikat oleh FCC.[79] Frekuensi ini tidak dianggap cocok untuk siaran radio melewati jarak yang jauh. Ketika Earhart berada pada ketinggian pelayaran dan berada di pertengahan jalur dari Lae ke Howland (berjarak sekitar 1.000 mil atau 1.600 kilometer satu sama lain), tidak ada stasiun mendengar transmisi penjadwalannya pada pukul 08:15 GCT.[80] Pemancar 50-watt transmitter yang digunakan oleh Earhart dipasang pada antena kurang-dari-jarak-terbaik tipe-V.[81][82]

Transmisi suara terakhir yang diterima di Pulau Howland dari Earhart menandakan bahwa dia dan Noonan sedang terbang melalui garis posisi (diambil dari posisi “garis matahari” yang bersudut 157-337 derajat) yang seharusnya dihitung oleh Noonan menggunakan grafik untuk melewati pulau Howland.[83] Setelah semua kontak hilang di pulau Howland, usaha dilakukan untuk mencapai penerbang baik dengan transmisi suara dan kode Morse. Operator di samudera Pasifik dan Amerika Serikat mungkin mendengar sinyal dari Electra yang jatuh, tetapi transmisinya tidak dapat dipahami atau lemah.[84]

Terdapat beberapa transmisi yang merupakan palsu, tetapi yang lainnya dipertimbangkan asli. Sinyal yang ditangkap oleh stasiun Pan American Airways memberi kesan sinyal berasal dari beberapa lokasi, termasuk pulau Gardner.[85][86] Pada waktu itu, jika sinyal tersebut berasal dari Earhart dan Noonan, mereka pasti berada di darat dengan pesawat terbang dan air akan memendekkan sistem listrik Elektra.[87][88] Sinyal jarang-jarang dilaporkan untuk 4 sampai 5 hari setelah hilangnya Earhart tetapi tidak ada hasil informasi yang dapat dimengerti.[89] Kapten kapal USS Colorado nantinya berkata:

Tidak ada kesangsian banyak stasiun memanggil pesawat Earhart dalam frekuensi pesawat, beberapa dengan suara dan lainnya dengan sinyal. Semuanya menambah kebingungan dari kebenaran laporan tersebut.”[90]

Upaya pencarian

Dimulai kira-kira satu jam setelah pesan terakhir Earhart yang direkam, USCG Itasca menjalankan sebuah pencarian di barat dan utara pulau Howland yang gagal berdasarkan dugaan awal tentang transmisi dari pesawat. Angkatan Laut Amerika Serikat segera bergabung dengan pencarian dan mengirim sumber daya yang ada ke daerah pencarian di sekitar pulau Howland. Pencarian awal oleh Itasca meliputi penelusuran sampai pada posisi garis 157/337 sebelah utara barat laut dari pulau Howland. Itasca lalu mencari ke daerah timur laut dari pulau Howland. Daerah pencarian tersebut lebih luas daripada daerah di barat laut. Berdasarkan lokasi pemancaran beberapa transmisi radio Earhart yang diperkirakan, beberapa usaha pencarian diarahkan ke posisi 281 derajat barat laut dari pulau Howland tanpa menemukan tanah atau adanya bukti dari para penerbang.[91] Empat hari setelah transmisi radio terakhir dari Earhart yang diverifikasi, pada tanggal 6 Juli 1937, kapten kapal Colorado menerima perintah dari komandan distrik angkatan laut keempatbelas untuk mengambil alih semua unit angkatan laut dan penjaga pantai demi mengkoordinasi usaha pencarian.[91]

Usaha pencarian lainnya diarahkan ke kepulauan Phoenix, selatan dari pulau Howland[92]. Satu minggu kemudian setelah hilangnya Amelia Earhart, pesawat angkatan laut terbang melewati beberapa pulau termasuk pulau Gardner, yang telah tidak dihuni selama lebih dari 40 tahun. Laporan berikutnya dari pulau Gardner berisi:

Disini tanda pemukiman baru dengan jelas dapat terlihat tetapi pengamatan ulang gagal untuk mendapatkan jawaban apapun dari penduduk yang mungkin dan akhirnya ditemukan bahwa tidak ada siapa-siapa di sana… Pada sisi paling barat pulau sebuah kapal uap (sekitar 4.000 ton)… terbalik dan hampir kering di pantai koral dengan punggungnya patah pada dua tempat. Pantai laguna di pulau Gardner terlihat cukup dalam dan cukup besar sehingga sebuah pesawat terbang laut atau bahkan pesawat amfibi dapat mendarat atau berangkat menuju berbagai arah dengan kesulitan yang kecil atau bahkan tanpa sama sekali. Dipercaya ada kemungkinan bahwa Earhart mendaratkan pesawatnya di laguna ini dan berenang ke pantai.[93]

Mereka juga menemukan bahwa besar dan bentuk pulau Gardner seperti digambar pada peta tidak akurat. Pencarian angkatan laut lainnya diarahkan ke utara, barat dan barat daya dari pulau Howland, berdasarkan kemungkinan Electra mendarat di samudera, mengapung atau penerbang sedang dalam rakit darurat.[94]

Usaha pencarian resmi dilakukan sampai tanggal 19 Juli 1937.[95] Dengan dana $4 juta, pencarian udara dan laut oleh angkatan laut dan penjaga pantai adalah pencarian paling mahal pada sejarah pada saat itu, tetapi teknik pencarian dan penyelamatan selama saat itu belum sempurna dan beberapa pencarian berdasarkan dugaan kekeliruan dan informasi yang kurang. Laporan resmi dari usaha pencarian dipengaruhi sikap hati-hati orang-orang tentang bagaimana peran mereka dalam mencari sang pahlawan Amerika Serikat, mungkin dilaporkan oleh pers.[96] Meski telah diusahakan pencarian luar biasa oleh Angkatan Laut Amerika Serikat dan penjaga pantai, tidak ada bukti fisik yang ditemukan dari Earhart, Noonan atau Electra 10E.[97]

Segera setelah berakhirnya pencarian resmi, George P. Putnam mendanai pencarian pribadi oleh otoritas setempat di pulau-pulau Pasifik dan perairan sekitarnya, berkonsentrasi di kepulauan Gilbert. Pada akhir bulan Juli tahun 1937, Putnam menyewa 2 kapal kecil sementara ia tetap berada di Amerika Serikat, mengatur pencarian Earhart di kepulauan Phoenix, pulau Christmas, pulau Fanning, kepulauan Gilbert dan kepulauan Marshall, namun tidak ada jejak Electra ataupun Earhart dan Noonan.[98]

Foto Amelia Earhart dan Fred Noonan, Mei 1937, Los Angeles, Amerika Serikat

Teori hilangnya Earhart

Selama beberapa dasawarsa sejak hilangnya Earhart telah banyak desas-desus dan legenda yang beredar (dan seringkali diterbitkan) tentang apa yang mungkin telah terjadi pada diri Earhart dan Noonan.

Teori jatuh dan tenggelam

Banyak peneliti yang percaya bahwa Electra kehabisan bahan bakar dan menyebabkan Earhart dan Noonan mendarat di atas air. Ahli navigasi dan teknisi aeronautika Elgen Long beserta istrinya Marie K. Long telah mencurahkan selama 35 tahun riset yang mendalam terhadap teori “jatuh dan tenggelam”, yang merupakan penjelasan yang saat ini paling diterima mengenai kehilangan tersebut.[99] Kolonel Angkatan Laut Amerika Serikat Laurance F. Safford, (purnawirawan, wafat), yang bertanggung jawab atas Pengarahan Strategis Jaring Pencarian Pasifik Tengah antarperang selama masa antar perang, dan atas penguraian pesan-pesan sandi rahasia Jepang PURPLE yang digunakan dalam penyerangan Pearl Harbor; mulai mengadakan analisa yang panjang mengenai penerbangan Earhart selama 1970-an, termasuk atas dokumentasi transmisi radio yang berbelit-belit tersebut. Ia sampai pada kesimpulan, yaitu “perencanaan yang buruk, eksekusi yang parah.” [100] Laksamana Muda Angkatan Laut Amerika Serikat Richard R. Black (purnawirawan – wafat) yang merupakan penanggung-jawab administratif atas lapangan terbang di Howland Island dan hadir di ruang radio di Itasca, tahun 1982 menyatakan bahwa “Electra jatuh ke laut kira-kira jam 10 pagi, tanggal 2 Juli 1937 tidak jauh dari Howland”.[100] Ahli sejarah penerbangan Britania Raya Roy Nesbit, menyimpulkan bahwa pesawat Electra milik Earhart tersebut tidaklah diisi bahan bakar secara penuh di Lae.[101] William L. Polhemous, ahli navigasi pada penerbangan Ann Pellegreno pada tahun 1967 yang mengikuti jalur penerbangan orisinil Earhart dan Noonan, mempelajari tabel navigasi tanggal 2 Juli 1937 dan berpikir bahwa Noonan mungkin saja telah salah menghitung “pendekatan satu jalur” yang ditujukan untuk “mengenai” Howland.[102]

David Jourdain, mantan kolonel kapal selam Angkatan Laut dan teknisi kelautan dengan spesialisasi pada penemuan laut dalam, telah mengklaim bahwa semua transmisi yang dihubungkan dengan pulau Gardner adalah palsu. Melalui perusahaannya Nauticos, ia melakukan pencarian ekstensif pada 1.200 kuadran di utara dan barat pulau Howland dalam dua ekspedisi laut dalam senilai $4,5 juta (2002, 2006), dan tidak menemukan apa-apa. Lokasi-lokasi pencariannya berasal dari garis posisi (157-337) yang disiarkan oleh Earhart pada 2 Juli 1937.[75] berbagai interpretasi Elgen Long telah membuat Jourdain menyimpulkan bahwa “Analisa atas semua data yang kita miliki – analisa bahan bakar, panggilan radio, dan lain-lain – memperlihatkan pada saya bahwa ia (Earhart) telah jatuh di perairan di sekitar Howland”.[75] Anak tiri Earhart, George Palmer Putnam Jr., tercatat mengatakan bahwa ia percaya bahwa “pesawat itu mengalami kehabisan bahan bakar.”[103] Thomas Crouch, Kurator Senior dari Museum Dirgantara Nasional Amerika Serikat pernah menyatakan bahwa Elektra milik Earhart/Noonan “jatuh dari ketinggian 18.000 kaki” yang mungkin menghasilkan sebaran artefak yang dapat menandingi penemuan-penemuan Titanic, seraya menambahkan “…misteri ini adalah bagian dari apa yang membuat kita terus tertarik. Dalam hal ini, kita terus mengingatnya (Earhart), karena ia adalah orang hilang favorit kita.”[75]

Hipotesis pulau Gardner

Segera setelah hilangnya Earhart dan Noonan, angkatan laut Amerika Serikat, Paul Mantz dan ibu dari Earhart (yang meyakinkan Putnam untuk melaksanakan pencarian di kepulauan Gardner)[104] semuanya mengungkapkan kepercayaan mereka bahwa penerbangan Earhart berakhir di kepulauan Phoenix (sekarang bagian dari Kiribati), sekitar 550 kilometer tenggara dari pulau Howland.

Hipotesis pulau Gardner dikatakan sebagai “penjelasan yang paling diterima” untuk teori hilangnya Earhart.[105] “Grup Internasional Penyelamatan Pesawat Historis” (TIGHAR) memberi kesan bahwa Earhart dan Noonan mungkin terbang tanpa transmisi radio lebih lanjut[106] untuk dua setengah jam sepanjang garis posisi yang dicatat Earhart dalam transmisi terakhirnya yang diterima di Howland, tiba di pulau Gardner yang kala itu tidak berpenghuni (sekarang Nikumaroro) yang berada di kepulauan Phoenix, mendarat di dataran karang luas dekat bangkai kapal barang besar dan tewas.

Penelitian TIGHAR menghasilkan rangkaian bukti arkeologis dan anekdotis yang dapat mendukung hipotesis ini.[107][108] Contohnya, pada tahun 1940, Gerald Gallagher, seorang kolonel Britania Raya yang memiliki lisensi pilot mengirim pesan untuk memberi tahu bahwa ia menemukan sebuah kerangka, bersama dengan kotak tua dibawah pohon di sisi tengara pulau. Ia diperintahkan untuk mengirim jasad ini ke Fiji dan pada tahun 1941, dilakukan pengukuran detail tulang tersebut dan hasilnya adalah tulang tersebut berasal dari laki-laki pendek gemuk. Pada tahun 1998, sebuah analisis dari data pengukuran oleh ahli antropologi menyatakan kerangka ini berasal dari wanita asal “Eropa utara yang tinggi dan berwarna putih.” Kerangka tersebut sudah lama hilang di Fiji.

Artifak ditemukan oleh TIGHAR di Nikumaroro dan termasuk peralatan seadanya, sehelai papan alumunium (mungkin dari pesawat Electra), sebuah keping pleksiglas yang dipotong secara aneh yang tebal dan bentuknya sama dengan sebuah jendela Electra, dan sebuah hak sepatu Cat’s Paw ukuran 9 dari tahun 1930-an yang mirip sepatu Earhart pada foto penerbangan dunia.[109] Meskipun bukti ini tidak langsung, anak tiri Earhart yang masih hidup, George Putnam Jr., mengungkapkan antusiasmenya terhadap penelitian TIGHAR.[110]

Tim ekspedisi TIGHAR yang beranggotakan 15 orang, mengunjungi Nikumaroro dari tanggal 21 Juli sampai 2 Agustus 2007, mencari artifak pesawat terbang dan DNA. Pada grup tersebut terdapat insinyur, ahli ilmu lingkungan, pengelola tanah, ahli ilmu kepurbakalaan, perancang kapal layar, tim dokter dan perekam video.[111] Mereka melaporkan telah menemukan bebrapa benda yang masih belum diketahui asalnya dari mana, termasuk penunjuk arah yang mungkin berasal dari pesawat Earhart dan ritsleting yang mungkin berasal dari pakaian terbangnya.[112]

Legenda, cerita dan klaim tanpa dukungan

Hilangnya Amelia Earhart masih menjadi misteri dan menarik perhatian banyak orang dari klaim lainnya atas penerbangan terakhirnya. Beberapa teori konsprasi telah diketahui dalam budaya populer.

Mata-mata untuk FDR

Sejumlah foto yang konon adalah foto-foto Earhart di tempat penahanannya telah diidentifikasikan sebagai foto-foto yang diambil sebelum penerbangannya yang terakhir. Sebuah film fiktif masa Perang Dunia II yang bernama Flight for Freedom yang dibintangi oleh Rosalind Russell dan Fred MacMurray seringkali disebut sebagai sumber yang paling mungkin bagi sebuah mitos populer bahwa Earhart adalah seorang mata-mata yang ketika itu memata-matai Jepang di kepulauan Pasifik atas permintaan pemerintahan Franklin Roosevelt.[113]. Pada tahun 1949 baik United Press dan intelijen Amerika Serikat menganggap rumor ini adalah isapan jempol. Sejumlah peneliti mencatat kemungkinan bahwa untuk tujuan-tujuan propaganda di masa perang, pemerintah AS mungkin diam-diam telah menggalakkan (atau bersikap tidak peduli) terhadap desas-desus palsu bahwa Earhart telah ditangkap oleh Jepang.[114]

[ Klaim Saipan

Pada tahun 1966, koresponden CBS Fred Goerner mempublikasi sebuah buku yang mengklaim Earhart dan Noonan ditangkap dan dieksekusi ketika pesawat mereka jatuh di pulau Saipan di kepulauan Mariana Utara yang pada saat itu diduduki oleh Jepang. [115][116][117]

Thomas E. Devine menulis Saksi mata: Insiden Amelia Earhart dan termasuk sebuah surat dari anak perempuan polisi Jepang yang mengklaim ayahnya bertanggung jawab atas eksekusi Earhart. Mantan marinir Amerika Serikat, Robert Wallack mengklaim bahwa ia dan tentara lainnya membuka sebuah lemari besi di Saipan dan menemukan informasi tentang Earhart. Mantan marinir Amerika Serikat Earskin J. Nabers mengklaim bahwa ketika menjadi operator nirkabel di Saipan tahun 1944, ia membaca sandi pesan dari angkatan laut dan berisi tentang pesawat Earhart dan ditemukan di lapangan udara Aslito, dan ia nantinya diperintahkan untuk menjaga pesawat dan lalu melihat hancurnya pesawat itu. [118] Pada tahun 1990, dalam sebuah serial televisi NBC-TV, Unsolved Mysteries menyiarkan tentang wawancara dengan wanita Saipan yang mengklaim melihat eksekusi Earhart dan Noonan oleh tentara Jepang, namun tak ada bukti bahwa hal ini benar-benar terjadi.[119] Foto Earhart selama ia ditangkap telah diidentifikasi baik sebagai kecurangan atau diambil sebelum penerbangan terakhirnya.[120]

Sebuah penggalian arkeologis di Tinian pada 2004 gagal menemukan tulang-belulang pada sebuah lokasi yang sejak berakhirnya Perang Dunia II didesas-desuskan sebagai kuburan penerbang ini.[121]

[s Rumor Tokyo Rose

Sebuah desas-desus yang lain mengatakan bahwa Earhart telah dipaksa membuat siaran propaganda radio seperti yang dialami oleh banyak perempuan yang dikenal sebagai Tokyo Rose. Menurut sejumlah biografi Earhart, George Putnam menginvestigasi desas-desus ini secara pribadi, namun setelah mendengarkan banyak rekaman-rekaman dari sejumlah orang yang disebut Tokyo Rose, ia tidak mampu mengenali suara Earhart di antaranya.

Rabaul

David Billings, seorang pembuat pesawat Australia, menegaskan sebuah peta dan memberi kesan tempat jatuhnya pesawat Earhart berada 40 mil barat daya dari Rabaul. Billings mengspekulasikan Earhart berputar kembali dari Howland dan mencoba untuk mencapai Rabaul untuk mengisi bahan bakar. Pencarian di lapangan tidak berhasil.[122]

Menyamar sebagai identitas lain

Amelia Earhart diduga selamat pada saat penerbangan keliling dunia tahun 1937, dapat kembali ke Amerika Serikat dan menjalani hidupnya diam-diam sebagai Irene Craigmile Bolam.

Pada bulan November tahun 2006, National Geographic Channel menyiarkan episode dua dari serial televisi Undiscovered History tentang klaim bahwa Earhart selamat dari penerbangan dunia, kembali ke Amerika Serikat, pindah ke New Jersey dan di sana ia mengganti namanya dan menjalani hidupnya diam-diam sebagai Irene Craigmile Bolam. Klaim ini pada awalnya diangkat oleh buku Amelia Earhart Lives (1970) yang ditulis oleh Joe Klaas. Irene Craigmile Bolam yang menjadi bankir di New York selama tahun 1940an, menolak pernyataan bahwa ia adalah Earhart dan melakukan penuntutan perkara, meminta $1.5 juta dan membuat sebuah pernyataan tertulis yang sah dan ia menyangkal klaim tersebut. Penerbit buku Amelia Earhart Lives, McGraw-Hill, menarik buku dari pasar segera setelah dirilisnya dan pengadilan mengindikasi bahwa mereka melakukan penyelesaian dengan Irene Craigmile Bolam diluar pengadilan.[123] Sesudah itu, sejarah kehidupan personal Bolam didokumentasi oleh peneliti, menghilangkan kemungkinan ia adalah Earhart. Kevin Richland, seorang ahli forensik kriminal disewa oleh National Geographic, mempelajari foto Earhart dan Bolam dan menyatakan beberapa perbedaan antara Earhart dan Bolam.[124]

Diculik BETA

Beberapa orang menyalahkan Benda Terbang Aneh (BETA) sebagai penyebab hilangnya Amelia Earhart. Tidak ada bukti yang mendukung pendapat-pendapat ini, yang kesemuanya telah ditolak oleh para sejarawan yang serius.

Peninggalan

Amelia Earhart diketahui sebagai selebritis selama kehidupannya. Ratusan artikel dan beberapa buku ditulis tentang kehidupannya. Earhart umumnya dianggap sebagai wajah pejuang hak-hak wanita.[125]

Rekor dan pencapaian

  • Rekor dunia untuk ketinggian penerbangan wanita: 14.000 kaki (1928)
  • Wanita pertama yang terbang menyeberangi samudera Atlantik (1930)
  • Rekor kecepatan 100 km (1931)
  • Wanita pertama yang menerbangkan otogiro (1931)
  • Rekor ketinggian untuk otogiro: 15.000 kaki (1931)
  • Orang pertama yang menyeberangi Amerika Serikat dengan otogiro (1932)
  • Wanita pertama yang terbang sendiri menyeberangi samudera Atlantik (1932)
  • Orang pertama yang terbang menyeberangi samudera Atlantik dua kali (1932)
  • Wanita pertama yang menerima Distinguished Flying Cross (1932)
  • Wanita pertama yang terbang tanpa berhenti dari pantai ke pantai di Amerika Serikat (1933)
  • Rekor kecepatan trans-benua wanita (1933)
  • Orang pertama yang terbang sendiri menyeberangi samudera Pasifik sendiri antara Honolulu, Hawaii dan Oakland, California (1935)
  • Orang pertama yang terbang dari Los Angeles, California ke Kota Meksiko, Meksiko (1935)
  • Orang pertama yang terbang sendiri tanpa berhenti dari Kota Meksiko, Meksiko ke Newark, New Jersey (1935)
  • Rekor kecepatan untuk penerbangan dari Oakland, California ke Honolulu, Hawaii (1937) [126]

Buku yang ditulis oleh Earhart

Sampul dari buku Earhart yang dicetak kembali tahun 1977, The Fun of It (1932)

Amelia Earhart adalah seorang penulis yang banyak dipromosikan dalam hidupnya dan sempat bekerja sebagai editor penerbangan majalah Cosmopolitan dari tahun 1928 sampai 1930. Ia menulis beberapa artikel majalah, kolom koran, esai dan dua buku yang diterbitkan berdasarkan pengalamannya sebagai penerbang semasa hidupnya:

  • 20 Hrs., 40 Min. (1928) adalah jurnal dari pengalamannya sebagai penumpang wanita pertama dalam penerbangan transatlantik.
  • The Fun of It (1932) adalah sebuah riwayat hidup singkat pengalaman terbangnya dan esai tentang wanita dalam dunia penerbangan.
  • Last Flight (1937) berisi tentang jurnal yang ia kirim kembali ke Amerika Serikat selama usaha penerbangan dunia, dipublikasi di koran.

Amelia Earhart menerima Medali Ksatria dari pemerintah Perancis bulan Juni tahun 1932.

Peninggalan lainnya

  • Pusat Amelia Earhart dan Perlindungan Margasatwa didirikan di tempat ia mendarat di Irlandia Utara tahun 1932.
  • “Pohon Earhart” di Banyan Drive di Hilo, ditanam oleh Amelia Earhart tahun 1935.
  • Zonta International Amelia Earhart Fellowship Awards yang didirikan tahun 1938.
  • “Cahaya Earhart” (juga diketahui dengan nama “Cahaya Amelia Earhart”), adalah nama mercu suar di pulau Howland.
  • Kesarjanaan Amelia Earhart (didirikan tahun 1939 oleh Ninety-Nines), menyediakan kesarjanaan untuk wanita untuk mendapat sertifikat pilot, sarjana dan pelatihan teknik.
  • Pada tahun 1942, sebuah kapal Amerika Serikat yang bernama SS Amelia Earhart dijalankan (mengalami kecelakaan tahun 1948).
  • Lapangan Udara Amelia Earhart (1947), sebelumnya Lapangan Udara Master dan Bandara Miami, setelah ditutup tahun 1959, Kawasan Regional Amelia Earhart digunakan di daerah pemerintah yang belum dikelola yang terletak di utara dan barat mantan bandara Miami dan selatan dari bandara Opa-locka.
  • Kesarjanaan Amelia Earhart Universitas Purdue berdasarkan manfaat akademis dan kepemimpinan dan terbuka untuk junior dan senior menjadi anggota dalam sekolah apapun di kampus West Lafayette. Setelah tidak dilanjutkan tahun 1970, dana memangunkan lagi penghargaan lagi tahun 1999.
  • Perangko Peringatan Amelia Earhart (ongkos kirim pos udara senilai 8¢) dikeluarkan tahun 1963 oleh kepala kantor pos umum Amerika Serikat.
  • Penghargaan Amelia Earhart (sejak tahun 1964) diberikan kepada calon perwira yang telah memenuhi 11 pencapaian pertama program calon perwira bersama dengan penerimaan penghargaan jendral Billy Mitchell.
  • Anggota National Women’s Hall of Fame (1973).
  • Tempat kelahiran Amelia Earhart, Atchison, Kansas (sebuah museum dan situs sejarah nasional, dimiliki dan dibiayai oleh Ninety-Nine).
  • Bandara Amelia Earhart, terletak di Atchison, Kansas.
  • Jembatan Amelia Earhart, terletak di Atchison, Kansas.
  • Sekolah dinamai dengan nama Amelia Earhart dapat ditemukan disepanjang Amerika Serikat termasuk Sekolah Dasar Amelia Earhart di Alameda, California dan Sekolah Dasar Amelia Earhart, di Hialeah, Florida.
  • Hotel Amelia Earhart, terletak di Wiesbaden, Jerman, awalnya digunakan sebagai hotel untuk wanita, setelah itu menjadi perumahan militer yang dioperasikan sebagai kantor Agensi Kontrak Angkatan Bersenjata Amerika Serikat.
  • Jalan Amelia Earhart, terletak di Oklahoma City (benteng Ninety-Nines), Oklahoma.
  • Penhargaan UCI Irvine Amelia Earhart (sejak tahun 1990).
  • Sekolah Tingkat Menengah Amelia Earhart, terletak di Kadena Air Base, Okinawa, Jepang.
  • Anggota Motorsports Hall of Fame of America (1992).
  • Yayasan Earhart, terletak di Ann Arbor, Michigan. Didirikan tahun 1995, yayasan ini mendanai penelitian dan kesarjanaan melalui jaringan 50 “profesor Earhart” sepanjang Amerika Serikat.
  • Festival Amelia Earhart (acara tahunan sejak tahun 1996), dirayakan di Atchison, Kansas.
  • Amelia Earhart Pioneering Achievement Award,, Atchison, Kansas: sejak tahun 1996, yayasan Cloud L. Cray menyediakan kesarjanaan wanita untuk insitut pendidikan sebesar $10,000.
  • Amelia Earhart Earthwork di taman danau Warnock, Atchison, Kansas. Stan Herd membuat lukisan dinding pemandangan dari penanaman permanen ini untuk merayakan ulang tahun Earhart yang ke-100. Terletak di 39.537621° LU 95.145158° BB dan paling baik dilihat dari udara.
  • Korona Earhart, sebuah korona di planet Venus yang dinamai oleh IAU.
  • Greater Miami Aviation Association Amelia Earhart Award, sebuah penghargaan untuk pencapaian terkemuka (2006), penerima pertamanya adalah Patricia “Patty” Wagstaff.
  • Pada tanggal 6 Desember 2006, gubernur California, Arnold Schwarzenegger dan wanita pertama Maria Shriver memasukan Amelia Earhart kedalam California Hall of Fame terletak di Museum Sejarah, Wanita dan Seni California.
  • USNS Amelia Earhart (T-AKE-6) dinamai dengan namanya pada bulan Mei tahun 2007.

Amelia Earhart dalam kebudayaan populer

  • Film Rosalind Russell dari tahun 1943 Flight for Freedom yang berdasarkan sebuah skenario, Stand by to Die, adalah skenario fiksi dari kehidupan Earhart yang banyak ditambahi propaganda Perang Dunia II Hollywood[100].
  • Pada tahun 1962, terdapat yang berjudul Chamber Music yang ditulis oleh Arthur Kopit, dan mengambil tempat di tempat merawat orang sakit jiwa, salah satu karakter percaya bahwa ua adalah Amelia Earhart. Dalam konteks drama, diusulkan bahwa ia mungkin adalah Amelia Earhart.
  • Pada novel tahun 1970 yang dibuat oleh David Lippincott yang berjudul E Pluribus Bang!, tokoh utama pada novel itu, mantan presiden Amerika Serikat yang menghilang dan dibawa ke pulau Pasifik dan ia bertemu dengan Earhart yang sudah tua dan diberitahu tentang hal itu sampai kematiannya, hakim Joseph Crater tinggal di pulau itu.
  • Album pertama yang dipersembahkan untuk legenda Amelia Earhart dibuat oleh Plainsong, “In Search of Amelia Earhart”, Elektra K42120, dirilis tahun 1972. Baik album dan Press Pak yang dirilis oleh Elektra dihadiahi oleh kolektor dan mencapai status memuja.[127]
  • Penyanyi Joni Mitchell menulis lagi berjudul “Amelia” pada albumnya tahun 1976, Hejira, berdasarkan peninggalan Amelia Earhart.
  • Sebuah film di televisi tahun 1976 berjudul Amelia Earhart dibintangi Susan Clark dan John Forsythe termasuk penerbangan oleh pilot akrobatik Hollywood Frank Tallman yang menjadi parner nantinya dalam penerbangan Tallmantz, Paul Mantz, telah mengajari Earhart tahun 1930an.
  • Buku yang ditulis oleh Clive Cussler tahun 1992 yang berjudul Sahara merujuk kepada Earhart dengan nama di cerita fiksi tentang pilot wanita lainnya di era yang sama yang menghilang .
  • Amelia Earhart: The Final Flight (1994) dibintangi oleh Diane Keaton, Rutger Hauer dan Bruce Dern yang dirilis sebagai film di televisi dan kemudian dirilis sebagai fitur teater.
  • Pada salah satu episode Star Trek: Voyager yang berjudul “The 37s” memberi kesan bahwa Earhart dan Noonan diculik oleh alien (Briori) tahun 1937 dan ditempatkan di stasis, dan mereka ditemukan tahun 2371 oleh kapten Kathryn Janeway tetapi memilih untuk tetak berada di sisi jauh galaksi daripada kembali ke bumi. Seperti fiksi yang berhubungan dengan Earhart lainnya, percintaan antara Earhart dan Noonan dinyatakan secara tidak langsung. (hak monopoli Star Trek juga didirikan bahwa salah satu stasiun luar angkasa Starfleet pada abad ke-24 dinamai dengan nama Earhart).
  • I Was Amelia Earhart (1996) adalah sebuah riwayat hidup yang ditulis oleh Jane Mendelsohn. Pada riwayat tersebut, “Earhart” menceritakan apa yang terjadi kepadanya tahun 1937, lengkap dengan dosis berat percintaan dengan navigatornya.
  • Flying Blind (1999) yang ditulis oleh Max Allan Collins, sebuah novel detektif. Pada novel tersebut, karakter detektif Nathan Heller disewa untuk menjadi penjaga Amelia Earhart. Mereka menjadi saling mencintai (pernikahannya dengan Putnam dikatakan sebagai persatuan hanya dalam nama), dan nantinya Heller menolongnya untuk lari dari orang Jepang karena penerbangannya.
  • Earhart disebut dalam lagu “Someday We’ll Know” (1999) oleh New Radicals, nantinya di-cover (dinyanyikan ulang) oleh Mandy Moore dan Jonathan Foreman dalam film A Walk to Remember. Liriknya adalah: “Apa yang terjadi terhadap Amelia Earhart? Siapa menahan bintang diatas langit?”
  • Penyanyi dan penulsi lagu Deb Talan dalam album keduanya, “Something Burning” (2000), memulai dengan lagu yang berjudul “Thinking Amelia”. Lagu ini memberi kesan bahwa Earhart mengalami “hari buruk satu dalam sejuta”.
  • Kesukaan Earhart termasuk dalam ikon kampanye iklan Apple Computer, “Think Different” (“berpikir berbeda) tahun 2002 dan sekarang dapat dikoleksi.
  • Dalam novel buatan Christopher Moore tahun 2003, Fluke, Earhart selamat dari kecelakaanya dan muncul sebagai ibu dari salah satu karakter.
  • Pada lagu “Aviator” (penerbang) oleh Nemo, yang muncul pada debut mereka tahun 2004, Signs of Life, ditulis tentang penerbangan terakhir Amelia Earhart.
  • Lagu “I Miss My Sky” (“Aku Merindukan Langitku”) yang ditulis oleh Heather Nova untuk albumnya tahun 2005, Redbird, dibuat untuk Earhart, memberi kesan bahwa ia selamat di sebuah pulau setelah hilangnya Earhart.
  • Pemain Banjo Curtis Eller juga menulis lagu tentang hilangnya Amelia Earhart saat dirilisnya “Taking Up Serpents Again” (2005). Salah satu lirik menyatakan bahwa ia, “menghilang dalam awan dan tidak pernah jelas.”[128]
  • Artis Hip Hop Kanada, Buck 65 menghubungkan Amelia Earhart dan wanita ikon lainnya, Neko Case dan Frida Kahlo dalam lagu “Blood of a Young Wolf” (Darah Serigala Muda) (2006) dari album Secret House Against The World.
  • Penyanyi dan penulis lagu Inggris, Tom McRae dalam album keempatnya, King of Cards (2007) terdapat lagu “The Ballad of Amelia Earhart” (Balada Amelia Earhart).
  • Penyanyi dan penulis lagu pop/rock, Jon Mclaughlin menulis lagu yang berjudul “Amelia’s Missing” (Amelia Menghilang) (2007). Pada lirik lagu tersebut terdapat pernyataan: “dan Amelia hilang di suatu tempat di laut.”

Diana Spencer (1 Juli 1961 – 31 Agustus 1997)

Diana
Puteri Wales
Diana Princess of Wales.jpg
Pasangan Charles, Pangeran Wales (1981–1996)[1]
Anak
Pangeran William dari Wales
Prince Harry of Wales
Nama lengkap
Diana Frances Spencer[2]
Gelar
Diana, Princess of Wales
HRH The Princess of Wales
Lady Diana Spencer
The Hon Diana Spencer
Dinasti Dinasti Windsor
Ayah Edward, Earl Spencer
Ibu Frances, Viscountess Althorp
Tanggal lahir 1 Juli 1961
Bendera Inggris Park House, Sandringham England
Tempat St. Mary Magdalene Church, Sandringham
Tanggal wafat 31 Agustus 1997 (umur 36)
Bendera Perancis Paris, France
Tempat Althorp, Northamptonshire, England

Diana Frances Mountbatten-Windsor; née Lady Diana Spencer; lahir 1 Juli 1961 – meninggal 31 Agustus 1997 pada umur 36 tahun) merupakan istri pertama dari Charles, Pangeran Wales, anak sulung dari Ratu Elizabeth II dan juga merupakan pewaris takhta kerajaan Britania Raya dan 15 negara Persemakmuran Inggris. Anak-anak beliau, Pangeran William dan Harry masing-masing berada di posisi kedua dan ketiga dalam urutan pewarisan takhta tersebut.

Kehidupan awal

Diana Frances Spencer merupakan anak kedua dari Edward John Spencer, yang kemudian menjadi Earl Spencer ke-8, dan istri pertamanya, Frances Spencer, Viscountess Althorp. Diana dilahirkan di Park House, Sandringham, di Norfolk, Inggris, dan dibaptiskan di Gereja Santa Maria Magdalena oleh Pendeta Percy Herbert.

Diana mempunyai latar belakang keluarga kerajaan dan bangsawan. Di sebelah ibunya, Diana mempunyai darah orang Amerika. Moyang Diana merupakan seorang wanita dari keluarga berada dari Amerika, Frances Works. Di sebelah ayahnya, Diana merupakan keturunan langsung Raja Charles II melalui dua anak laki-laki di luar nikah dan meneruskan Raja James II melalui seorang anak perempuannya yang luar nikah. Menurut penyusun biografi Diana, Lady Colin Campbell, moyang kepada moyang Diana, Eliza Kewark (beberapa sumber mengeja nama Kewark sebagai “Kevork” atau “Kevorkian”) berasal dari Bombay, India dan kemungkinan keturunan orang India, walaupun keluarga Diana sering mengatakan yang keluarga “Kevork/Kewark” adalah dari Armenia.

Setelah perceraian ibu ayahnya, Diana telah dijaga oleh ayahnya. Dengan kematiannya di sebelah ayah, Albert Spencer pada 1975, Ayah Diana menjadi Earl Spencer ke-8 dan Diana diberi gelar Lady Diana Spencer dan berpindah rumah ketika ia masih menjadi anak-anak di Park House ke rumah keluarga besar mereka di Althorp. Setahun kemudian, ayahnya menikah dengan Raine, Countess Dartmouth, anak perempuan novelis romantis, Barbara Cartland.

Pendidikan

Diana menerima pendidikannya di Riddlesworth Hall di Norfolk dan di West Heath Girls’ School, di Sevenoaks, Kent, di mana beliau dianggap sebagai seorang pelajar berprestasi rendah. Diana juga telah gagal dalam pemeriksaan O-levelnya. Pada 1977, sewaktu berusia 16 tahun, Diana meninggalkan sekolah West Heath untuk menuntut di Institut Alpin Videmanette di Switzerland, sebuah sekolah yang menitikberatkan pendidikan budaya dan menyediakan pelajar-pelajarnya untuk aktivitas-aktivitas sosial. Di situ juga, Diana telah berkenalan dengan calon suaminya yang pada masa itu sedang keluar dengan kakaknya, Lady Sarah. Walaupun Diana tidak cemerlang dalam pelajarannya, beliau lebih bagus dalam bidang olahraga dan juga merupakan seorang penyanyi amatir yang baik.

Kehidupan Kerajaan

Di sisi ayahnya, ia adalah keturunan dari Raja Charles II dari Inggris melalui empat anak laki-laki tidak sah:

  • Henry Fitzroy, 1st Duke of Grafton, putra oleh Barbara Villiers, 1st Duchess of Cleveland
  • Charles Lennox, 1st Duke of Richmond dan Lennox, putra oleh Louise de Kérouaille
  • Charles Beauclerk, 1st Duke of St Albans, putra oleh Nell Gwyn
  • James Crofts-Scott, 1st Duke of Monmouth, pemimpin sebuah pemberontakan terkenal, putra oleh Lucy Walter

Dia juga seorang keturunan Raja James II dari Inggris melalui putrinya tidak sah, Henrietta FitzJames, oleh majikannya Arabella Churchill. Pada sisi ibunya, Diana Irlandia dan Skotlandia, serta sebagai ahli waris keturunan Amerika Frances Kerja, ibunya nenek dan senama, dari siapa harta yang cukup Roche diturunkan.[rujukan?]

Spencer telah dekat dengan Keluarga Kerajaan Inggris selama berabad-abad, meningkat dalam mendukung kerajaan selama tahun 1600-an. Nenek Diana, Ruth, Lady Fermoy, adalah seorang teman lama dan seorang wanita-dalam-menunggu untuk Ratu Elizabeth The Queen Mother. Ayahnya menjabat sebagai equerry kepada Raja George VI dan untuk Ratu Elizabeth II.

Pada bulan Agustus 2009, di New England Historic Genealogical Society diterbitkan Richard K. Evans ‘s Ancestry of Diana, Princess of Wales, untuk Dua belas Generations.

Dari pernikahannya pada 1981 hingga perceraiannya pada 1996 ia bergelar Her Royal Highness Princess of Wales. Dia Putri Diana umumnya disebut oleh media meskipun tidak memiliki hak untuk kehormatan tertentu, seperti yang dicadangkan untuk seorang putri oleh hak waris daripada perkawinan. Meskipun dia terkenal karena dia merintis kegiatan amal, Putri usaha filantropis yang dibayangi oleh skandal-plagued perkawinan. Pahit nya tuduhan perzinahan, mental, kekejaman dan tekanan emosional kepadanya dikunjungi oleh suaminya terpaku dunia untuk sebagian besar tahun 1990-an, pemijahan biografi, artikel majalah dan film televisi.

Dari saat pertunangannya dengan Pangeran Wales pada tahun 1981 hingga kematiannya dalam kecelakaan mobil pada tahun 1997, Diana dapat dikatakan sebagai wanita paling terkenal di dunia, unggulan selebriti perempuan dari generasinya: sebuah fashion icon, yang ideal kecantikan feminin, dikagumi dan ditiru bagi dirinya profil tinggi keterlibatan dalam isu-isu AIDS dan kampanye internasional menentang ranjau darat. Selama hidupnya, ia sering disebut sebagai orang yang paling banyak difoto di dunia. Pengagum Baginya, Diana, Princess of Wales adalah model peran – setelah kematiannya, bahkan ada panggilan untuk dia dicalonkan untuk kesucian – sementara sang pengkritik melihat hidupnya sebagai kisah peringatan tentang bagaimana obsesi dengan publikasi pada akhirnya dapat menghancurkan individu.

Kematian


Keranda Diana diarak di London

Pada 31 Agustus 1997 Diana meninggal dunia karena kecelakaan mobil yang dikemudikan di jalan terowong Pont de l’Alma di Paris bersama-sama dengan Dodi Al-Fayed dan sopir Henri Paul [3].

Mobil Mercedes-Benz W140 (no pendaftaran 688 LTV75) dikemudikan oleh sopir keselamatan Hôtel Ritz Paris, Henri Paul mengemudi dengan kecepatan tinggi untuk menghindari kejaran para fotografer paparazzi. Analisis darah menunjukkan Henri Paul telah minum alkohol 3 kali lebih dan mengurangi kestabilan sewaktu menyupir. Tetapi teori konspirasi menyatakan sampel darah itu milik orang lain karena biasanya sopir keselamatan dan profesional tidak minum pada malam Diana berada. Henri Paul berhasil melintasi 13 tiang terowong tetapi gagal mengawal mobil selepas itu. Soalnya mengapa di dalam terowong. Terowongan dua tiang itu dibuat tanpa pagar logam. Semua yang berada dalam mobil tidak memakai sabuk pengaman. Anehnya pengawal pribadi Fayed yang bernama Trevor Rees-Jones selamat. Dodi Fayed dan Diana duduk di tempat duduk belakang. Pendarahan dalam berlaku sehingga Dodi dan Henri mati di tempat kejadian, sedangkan dalam 2 jam setelah dioperasi di rumah sakit, Diana mati sekitar jam 4 pagi. Kecelakaan terjadi sekitar jam 1 pagi. Pemakaman diadakan pada 6 September 1997 dan disiarkan secara langsung ke seluruh dunia, ditonton lebih 1.5 miliar penonton di seluruh dunia.

Alasan kematian Diana, berbagai teori konspirasi muncul. Ayah Dodi Fayed ialah Mohamad Fayed seorang pengusaha keturunan Mesir yang memiliki toko mewah Harrods . Banyak teori mengaitkan perisik M16 , CIA dan Mossad terlibat dalam komplotan membunuh putri yang diramalkan akan memeluk Islam dan diramalkan mempunyai anak beragama Islam. Rekaman CCTV tidak menunjukkan tanda-tanda Henri Paul mabuk ketika berjalan keluar menuju mobil mereka. Peguam Michael Shrimpton turut mendukung Henri Paul tidak ada tanda-tanda mabuk atau kesan dadah.

Beberapa fotografer paparazzi tiba di Alma . Mereka terdiri dari Serge Arnal, Christian Martinez ,Stéphane Darmon dan Serge Benhamou. Pada 13 Juli 2006, majalah Chi yang terbit di Italia menyiarkan gambar-gambar putri Diana menerima bantuan oksigen dari petugas paramedik selepas kecelakaan mobil itu. Gambar itu diambil beberapa menit selepas kecelakaan.

BIOGRAFI LADY DIANA

Putri Diana dilahirkan dengan nama Diana Frances Spencer, anak bungsu dari Edward Spencer dari isteri pertamanya Frances Spencer pada tanggal 1 July 1961 di Park House, Sandringham Estate. Beliau dibaptis di gereja St Mary Magdalene di Sandringham, oleh Percy Herbert. Diana mendapatkan pendidikannya di Riddlesworth Hall di Norfolk dan di west Heath Girl’s School, di Sevenoaks,Kent, dimana beliau diangggap sebagai seorang pelajar berprestasi rendah.

Saat berusia 16 tahun, Diana meninggalkan sekolah West Heath untuk melanjutkan studinya di Institut Alpin Videmanette di Switzerland, sebuah sekolah yang menitikberatkan pada pendidikan budaya diamana disitu juga terdapat wadah bagi para pelajarnya untuk kegiatan – kegiatan sosial. Walaupun Diana tidak cemerlang dalam pelajarannya tapi beliau merupakan seorang penyanyi amatir yang baik.

Pada tanggal 24 Februari 1981 Lady Di bertunangan dengan Pangeran Charles, dan tanggal 29 Juli 1981 mereka menikah di Kathedral St Paul, London, dalam upacara yang sedemikian meriah. Keberuntungan Lady Di seolah mewakili wanita muda di seluruh dunia pada umumnya yang memperoleh jodoh dan bersama-sama mengarungi bahtera perkawinan. Lady Di seolah begitu sempurna mewakili sosok wanita idaman yang begitu harmonis dan bahagia menemukan cintanya, apalagi dengan calon pewaris tahta kerajaan Inggris. Lady Di semakin disayang poleh pers Inggris ketika mulai melahirkan putra pertama Pangeran William Arthus Philip Louis, kemudian disusul putra kedua Pangeran Henry charles Albert David. Sangat terasa kebahagiaan masih menyelimuti keluarga baru ini.

Namun selang beberapa tahun kemudian mulai muncul benih-benih keretakan keluarga dengan berpalingnya Charles ke cinta pertamanya, Camilia Parker Bowles. Selain itu ternyata Diana ternyata menderita bulimia, tercatat sampai lima kali mencoba bunuh diri seperti dalam biografi yang ditulis Andrew Morton.Bukan hanya Charles yang main affair dengan wanita idaman lain (WIL), tetapi Diana pun terang-terangan punya affair dengan pria idaman lain (PIL). Harapan dan sekaligus “kepercayaan” yang diberikan oleh masyarakat dunia agar pasangan ini bahagia selamanya tidak mampu mereka pertahankan. Setelah diumumkan oleh PM Inggris John Major pada 9 Desember 1992 bahwa pasangan itu hidup berpisah, pada 28 Agustus 1996 keduanya benar-benar berpisah. Kisah bak dongeng yang (diharapkan) serba indah pun berakhir.

Harian Woman’s Day pada edisi 31 Agustus 1997 menurunkan tulisan berjudul Diana Jatuh Cinta, Diana oh Diana…., menceritakan makin intimnya Lady Di (36) dengan milyader Dodi al-Fayed (42). Siapa mengira, redaksi harian ini malam harinya harus menyiapkan aneka tulisan untuk disajikan esok harinya, sehubungan dengan meninggalnya Putri Diana dengan pacarnya Dody, pengendara mobil Henri Paul dan bodyguard Al-Fayed Trevor Rees-Jones dalam suatu kecelakaan lalu lintas di Paris, Minggu (31/8) dini hari? Kami memilih judul berita utama Putri Diana Mati Saat Temukan Cinta Sejati, karena ternyata sepanjang perkawinan dengan Charles — berdasar pengakuannya di biografi maupun wawancara dengan pers – dia tidak merasakan indahnya cinta sejati.

Dengan caranya sendiri dia mencoba menemukan cinta sejati itu. Namun takdir menentukan lain. Tiada hal yang pasti di dunia ini, kecuali kematian, dan Diana telah membuktikan hal itu. Dunia kaget dan bersedih. Wajar pula kiranya bila Inggris terkejut dan “marah”. Namun Diana terlanjur pergi dan tidak pernah kembali. Tidak akan ada lagi senyum menawan wanita pemalu yang mencintai anak-anak dan sesama antara lain dengan aktif dalam kampanye anti-ranjau darat di seluruh dunia, mencintai musik klasik dan balet, serta pemain ski ulung dan jago renang.
MENJADI seorang publik figur, apalagi seorang wanita cantik yang pada waktu itu menjadi istri seorang calon pewaris tahta kerajaan, memang tidak mudah bagi Lady Di. Di mana saja dia berada, sorotan kamera televisi, kilatan blitz foto, dan coretan pena di atas notes-notes, senantiasa mengiringi. Seolah apa saja yang dia lakukan, apalagi setelah mulai melakukan affair, menarik dijadikan berita. Belum lagi — dan ini yang justru lebih banyak dan lebih merepotkan — kehadiran pa-parazzi yang selalu membuntuti orang – orang penting dan kaya untuk difoto paling eksklusif dengan imbalan honor tinggi dari media yang bersedia membelinya.The Sun, The Mirror, dan Daily Mail, adalah tiga tabloid di Inggris yang langganan membayar tinggi foto-foto eksklusif kiriman paparazzi. Salah satu penyulut kecelakaan maut Diana dan Dodi itu adalah akibat ulah paparazzi yang bertindak berlebihan dan pantang menyerah karena mengejar honor tinggi. Toh masyarakat dunia tidak dapat menyalahkan sepenuhnya ulah paparazzi maupun media yang terus memberitakan perkembangan kisah Lady Di karena mereka memang tertarik menikmati perkembangan berita terbaru cerita putri itu.Maraknya pemberitaan dan duka dunia atas meninggalnya Lady Di, menunjukkan bahwa wanita itu memang memiliki kharisma luar biasa. Komitmennya terhadap kemanusiaan, dan perjuangannya mewujudkan keluarga yang berbahagia, memberikan inspirasi dan semangat bagi kaum wanita dunia untuk tidak mengenal lelah melakukan hal yang sama. Menjadi istri, ibu, dan sekaligus publik figur yang baik dan bermakna bagi sesama memang tidak mudah dilakukan oleh setiap orang. Namun seorang Lady Di telah berjuang keras meraihnya (meski gagal) di antara guncangan hebat kehidupan pribadinya. Bukan hasil yang dipentingkan di sini, tetapi proses untuk mewujudkannya.

Bill Gates (1955 – sekarang)

William Henry Gates III (lahir di Seattle, Washington, 28 Oktober 1955; umur 55 tahun), lebih dikenal sebagai Bill Gates, adalah pendiri (bersama Paul Allen) dan ketua umum perusahaan perangkat lunak AS, Microsoft. Ia juga merupakan seorang filantropis melalui kegiatannya di Yayasan Bill & Melinda Gates. Ia menempati posisi pertama dalam orang terkaya di dunia versi majalah Forbes selama 13 tahun (1995 hingga 2007), namun sejak 5 Maret 2008 berada di posisi ketiga setelah pebisnis AS Warren Buffett dan pebisnis Meksiko Carlos Slim Helú

BIOGRAFI

Bill Gates dilahirkan di Seattle, Washington dari William Henry Gates, Sr., seorang pengacara, dan Mary Maxwell, pegawai First Interstate Bank, Pacific Northwest Bell, dan anggota Tingkat Nasional United Way. Gates belajar di Lakeside School, sekolah elit yang paling unggul di Seattle, dan meneruskan berkuliah di Universitas Harvard, tetapi di-drop out.

William Henry Gates III lahir pada tahun 1955, anak kedua dari tiga bersaudara dalam keadaan sosialnya terkemuka di Seattle, Washington. Ayahnya seorang pengacara dengan perusahaan yang punya banyak koneksi di kota, dan ibunya seorang guru, yang aktif dalam kegiatan amal. Bill seorang anak yang cerdas, tetapi dia terlalu penuh semangat dan cenderung sering mendapatkan kesulitan di sekolah. Ketika dia berumur tiga belas tahun, orang tuanya memutuskan untuk membuat perubahan dan mengirimnya ke Lakeside School, sebuah sekolah dasar yang bergengsi khusus bagi anak laki-laki.

Di Lakeside itulah pada tahun 1968 Gates untuk pertama kalinya diperkenalkan dengan dunia komputer, dalam bentuk mesin teletype yang dihubungkan dengan telepon ke sebuah komputer pembagian waktu. Mesin ini, yang disebut ASR-33, keadaannya masih pasaran. Pada intinya ini sebuah mesin ketik yang selanjutnya siswa bisa memasukkan perintah yang dikirimkan kepada komputer; jawaban kembali diketikkan ke gulungan kertas pada teletype. Proses ini merepotkan, tetapi mengubah kehidupan Gates. Dia dengan cepat menguasai BASIC, bahasa pemrograman komputer, dan bersama dengan para hacker yang belajar sendiri di Lakeside, dia melewatkan waktu berjam-jam menulis program, melakukan permainan, dan secara umum mempelajari banyak hal tentang komputer. “Dia adalah seorang ‘nerd’ (eksentrik),” sebagaimana salah seorang guru memberikan Gates julukan itu.

Sekitar tahun 1975 ketika Gates bersama Paul Allen sewaktu masih sekolah bersama-sama menyiapkan program software pertama untuk mikro komputer. Seperti cerita di Popular Electronics mengenai “era komputer di rumah-rumah” dan mereka berdua yakin software adalah masa depan. Inilah awal Microsoft.

Semasa ia belajar di Harvard, ia dan Paul Allen menulis perangkat lunak Altair BASIC untuk Altair 8800 dalam dasawarsa 1970. Altair merupakan komputer pribadi pertama yang sukses. Diberi inspirasi oleh BASIC, sebuah bahasa komputer yang mudah dipelajari dan ditulis di kolese Dartmouth untuk mengajar, versi Gates dan Allen kemudian menjadi Microsoft BASIC, bahasa komputer terjemahan yang utama untuk sistem operasi komputer MS-DOS, yang menjadi kunci pada kesuksesan Microsoft. Microsoft Basic pada nantinya dijadikan Microsoft QuickBasic. Versi Microsoft QuickBasic yang dijual tanpa kompiler QuickBasic dikenal sebagai QBasic. QuickBasic juga dijadikan Visual Basic, yang masih popular hingga masa sekarang.

Dalam awal dasawarsa 1970, Gates menulis Surat Terbuka kepada Penghobi (Open Letter to Hobbyists), yang mengejutkan komunitas yang mempunyai hobi pada komputer dengan menyatakan bahwa ada pasaran komersial untuk perangkat lunak/software dan bahwa software tidak layak dikopi dan digandakan tanpa izin penerbitnya. Pada masa itu, komunitas tersebut dipengaruhi kuat oleh dasar radio hamnya dan etika hacker, yang berpendapat bahwa innovasi dan pengetahuan patut dibagi oleh komunitas pengguna komputer. Gates kemudian mendirikan Microsoft Corporation, salah satu perusahaan paling sukses di dunia, dan memimpin arah kepada pembukaan industri software komputer.

Gates juga mendapat reputasi yang tidak baik untuk caranya berdagang. Satu contoh ialah MS-DOS. Pada akhir dasawarsa 1970, IBM berencana untuk memasuki pasaran komputer personal dengan komputer personal IBM, yang diterbitkan pada 1981. IBM memerlukan sistem operasi untuk komputernya, yang direncanakan dapat mencakup dan mengelola arkitektur 16-bit oleh keluarga chip x86 Intel. Setelah berunding dengan sebuah perusahaan lain (Perusahaan Digital Research di California), IBM bertanya kepada Microsoft. Tanpa memberitahu tentang ikatan mereka dengan IBM, eksekutif-eksekutif Microsoft membeli sebuah system operasi x86 dari perusahaan Seattle Computer seharga $50,000. (Ada kemungkinan Microsoft dilarang IBM untuk memberitahukan tentang ikatannya kepada orang awam) Microsoft kemudian melisensikan sistem operasi ini ke IBM (yang menerbitkannya dengan nama PC-DOS) dan bekerja dengan perusahaan komputer untuk menerbitkannya dengan nama MS-DOS, pada setiap system komputer yang dijual.

http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQrS0QiHJeH1t9FjcUE2gWkfAGOuRshD7zVRqzW0ZmFioGMETHjHw

Rencana Microsoft amat sukses tetapi digugat oleh Seattle Computer karena Microsoft tidak memberitahukan mengenai ikatannya dengan IBM untuk membeli system operasi itu dengan murah; oleh sebab ini, Microsoft membayar uang kepada Seattle Computer, tetapi tidak mengakui kesalahannya. Reputasi Gates kemudian lebih diburukkan oleh tuntutan dakwaan monopoli oleh Departemen Keadilan A.S. dan perusahaan-perusahaan individu yang menentang Microsoft dalam akhir dasawarsa 1990.

Dalam dasawarsa 1980 Gates gembira atas kemungkinan penggunaan CD-ROM sebagai media penyimpanan dokumen, dan mensponsori penerbitan buku CD-ROM: The New Papyrus yang mempromosikan ini.

Tidak dapat disangkal bahwa Bill Gates telah melakukan beberapa kesalahan dalam bisnis softwarenya. Hal ini terbukti dengan beberapa dakwaan yang diarahkan kepadanya berkaitan dengan cara – cara bisnis yang melanggar undang-undang bisnis Amerika Serikat, misalnya monopoli Internet Explorer pada sistem operasi Windows.

Pada tahun 2000, Bill Gates mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO dan memandatkannya kepada kawan lamanya, Steve Ballmer. Gates kemudian memilih untuk kembali ke profesi lamanya yang ia cintai yaitu sebagai pencipta perangkat lunak. Kini Bill Gates menjadi Kepala Penelitian dan Pengembangan Perangkat Lunak di perusahaannya sendiri, Microsoft Corp.

Dalam kehidupan pribadinya, Gates menikah dengan Melinda French pada 1 Januari 1994. Mereka mempunyai tiga orang anak, Jennifer Katharine Gates (1996), Rory John Gates (1999) and Phoebe Adele Gates (2002).

Dengan istrinya, Gates telah mendirikan Bill & Melinda Gates Foundation, sebuah yayasan sosial filantropi. Para kritikus mengatakan ini merupakan pembuktian terhadap kemarahan orang banyak tentang atas praktik monopoli dan adikuasa perusahaannya, tetapi mereka yang dekat dengan Gates berkata bahwa ia telah lama berencana untuk menyumbangkan sebagian besar hartanya. Pada tahun 1997 koran Washington Post menyatakan bahwa “Gates telah menyatakan bahwa dia memutuskan untuk menyumbangkan 90 persen daripada hartanya semasa dia masih hidup.” Untuk meletakkan ini dalam perspektif yang benar, sumbangan ini, walau apa sebabnya, telah menyediakan uang yang amat diperlukan untuk beasiswa universitas kaum minoritas, menentang AIDS dan sebab-sebab lain, kebanyakannya isu-isu yang biasa tidak dipedulikan oleh komunitas penderma, seperti penyakit-penyakit yang biasa kita lihat di dunia ketiga. Dalam bulan Juni 1999, Gates dan istrinya mendermakan $5 miliar kepada organisasi mereka, pendermaan yang paling besar dalam dunia oleh individu-individu yang hidup.

Pada tahun 1994, ia membeli Codex Leicester, sebuah koleksi naskah manuskrip Leonardo da Vinci; pada tahun 2003 koleksi ini dipamerkan di Museum Seni Seattle.

Pada tahun 2005, Gates menerima penghargaan kesatriaan (Knight Commander of the Order of the British Empire Kehormatan) dari Ratu Elizabeth II.

Pada 27 Juni 2008, Gates mengundurkan diri dari sebagian besar jabatannya di Microsoft (namun tetap bertahan sebagai ketua dewan direktur) dan mengkonsentrasikan diri pada kerja kedermawanan melalui yayasan yang didirikannya, Yayasan Bill & Melinda Gates.

Perkiraan kekayaannya

Menurut senarai Forbes orang-orang paling kaya dalam dunia [1]:

  • 1996 – $18,5 miliar, peringkat #1
  • 1997 – $36,4 miliar, peringkat #2
  • 1998 – $51,0 miliar, peringkat #1
  • 1999 – $90,0 miliar, peringkat #1
  • 2000 – $60,0 miliar, peringkat #1
  • 2001 – $58,7 miliar, peringkat #1
  • 2002 – $52,8 miliar, peringkat #1
  • 2003 – $40,7 miliar, peringkat #1
  • 2004 – $46,6 miliar, peringkat #1
  • 2010 – $53,0 miliar, peringkat #2

Penghargaan

  • 100 orang yang paling berpengaruh dalam media, The Guardian, 2001
  • Forbes “400 rakyat Amerika yang paling kaya” dan “Senarai orang paling kaya dalam dunia”, peringkat #1: 1996-2003
  • Sunday Times senarai kuasa, 1999
  • Upside 100 Elit, peringkat #2, 1999
  • 50 Orang Elit Siber, majalah TIME, peringkat #1, 1998
  • 100 orang paling berkuasa dalam sukan, Sporting News, 1997
  • Ketua Pegawai Eksekutif dalam Tahun Ini, majalah Chief Executive Officers, 1994
  • Ahli-ahli entomologi telah menamakan lalat bunga Bill Gates, Eristalis gatesi, dalam kehormatannya, lihat http://www.sel.barc.usda.gov/Diptera/syrphid/gates.htm
Bill Gates
Bill Gates - World Economic Forum Annual Meeting Davos 2008 number3.jpg
Bill Gates pada World Economic Forum di Davos, 2008
Lahir 28 Oktober 1955 (umur 55)
Seattle, Washington
Tempat tinggal Bendera Amerika Serikat Amerika serikat
Alma mater Harvard University (dropped out in 1975, honorary degree in 2007)[1]
Pekerjaan Chairman of Microsoft
Co-Chair dari Bill & Melinda Gates Foundation
Kekayaan bersih ▲US$58 miliar (2008)[2]
Pasangan Melinda Gates (1994–sekarang)
Anak Jennifer Katharine Gates (1996)
Rory John Gates (1999)
Phoebe Adele Gates (2002)
Tanda tangan
BillGates Signature.svg

Sumber

Arsip Blog