Zona Hitam Dunia: 2013-02-24

DI India Ada Taksi Khusus Wanita

Taksi adalah kendaraan umum yang sangat membantu para wanita untuk berpergian di tengah kota. Akan tetapi keamanan di dalam taksi terkadang juga kurang terjaga. Terlebih lagi di daerah yang rawan tindak kriminal, seperti New Delhi.

DI India Ada Taksi Khusus Wanita

Atas dasar itulah sebuah perusahaan bernama ‘Cabs for Women by Women’ mendirikan sebuah perusahaan. Perusahaan ini hanya melayani penumpang wanita dan memperkerjakan supir wanita.

“Ketika saya berada di jalan dan mengemudikan taksi saya merasa sangat bangga, karena ini adalah taksi untuk wanita, dan saya wanita,” kata salah seorang pengemudi taksi Cabs for Women by Women, Sharma (31), yang dikutip dari BBC.

“Pekerjaan kami membantu para wanita di Delhi. Kami memberikan mereka rasa aman,” imbuhnya.
Meski termasuk baru, akan tetapi Sarma dan teman-temannya mulai kebanjiran penumpang. Terlebih lagi dengan adanya kasus pemerkosaan yang terjadi dalam bus di kota New Delhi pada awal tahun ini.

Hadirnya taksi khusus wanita ini akan membuat para traveler atau warga new delhi khususnya para wanita akan sedikit lebih aman ketika berpergian. Semoga adanya taksi khusus wanita juga bisa ditiru pengusaha di indonesia ya.

Kisah Nyata Kakek Tukang Semir Sepatu Nyumbang 2 M

Terkadang kita selalu mengeluh akan keadaan yang kita jalani saat ini, entah mengeluh tentang kondisi fisik, keuangan, keadaan, atau sebagainya. Padahal sesungguhnya kita itu sangat kaya jika pandai bersyukur. Kayak kakek ini contohnya, walau hanya tukang semir, ia mampu mengamalkan uangnya sebesar Rp 2 Miliar.

Dilansir dari HuffingtonPost, Albert Lexie yang sehari-harinya berprofesi sebagai tukang semir sepatu ini telah menyumbangkan sejumlah uangnya tersebut ke Rumah Sakit Anak di Pittsburg, Amerika Serikat, untuk pengobatan gratis bagi warga yang kurang mampu.

albert lexie

Sebenarnya Albert adalah tukang semir sepatu yang kerap mangkal di depan Rumah Sakit sejak tahun 1950. Kemudian di tahun 1980, si kakek yang kini tengah berusia 80 tahun mulai berniat untuk menyisihkan pendapatannya sedikit demi sedikit.

Dan seperti rencananya, kini setelah 33 tahun menabung, Albert pun telah berhasil merealisasikan keinginannya untuk menyumbang. Dengan senyumnya ia pun kemudian berkata, “Menjadi pahlawan itu menyenangkan.”

Salut ya Sama si mbah atu ini.. Bener-bener suritauladan yang baik.

Arsip Blog